NARASINTT. COM, ENDE — Ruas jalan penghubung enam desa di wilayah selatan Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, terancam putus total menyusul longsor susulan yang terus menutup badan jalan.
Kondisi ini dipicu rangkaian gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Sejak saat itu, runtuhan tebing terus berjatuhan dan sempat memutus total akses transportasi darat ke wilayah tersebut.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende sebelumnya telah bergerak cepat mengerahkan alat berat untuk melakukan pembersihan material longsor.
Kendati demikian, intensitas gempa susulan yang terjadi membuat material berupa bebatuan, pasir, dan pepohonan kembali meluncur dan menutupi badan jalan secara berulang.
Dampak dari kerusakan jalan ini kian meluas dan menyulitkan distribusi logistik bantuan tanggap darurat ke wilayah terdampak.
Beberapa hari lalu, sebuah mobil ambulans bahkan nyaris terperosok ke jurang saat hendak mengantar rombongan tenaga kesehatan menuju Desa Wolokota.
Insiden tersebut dipicu oleh tumpukan material pasir longsor yang menghambat laju kendaraan di jalur yang tidak stabil.
Meski demikian, warga setempat tidak tinggal diam menghadapi situasi darurat ini.
Secara swadaya, masyarakat bahu-membahu melakukan pembersihan menggunakan peralatan seadanya agar akses kendaraan roda dua maupun pejalan kaki dapat dilalui sementara waktu.
“Ini bahaya sekali, kami lewat tapi longsor masih terus terjadi” Ujar warga yang ditemui saat melintas di jalur ini ketika menuju Wolotopo
Hingga kini, kondisi infrastruktur ruas jalan di wilayah selatan Ndona tersebut kian memprihatinkan.
Warga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Ende segera mengambil langkah penanganan permanen dan pemulihan total pada akses jalan tersebut guna menghindari jatuhnya korban jiwa serta mencegah terisolasinya enam desa di wilayah itu.
Kadis PUPR Ende, Mustaqim Mberu saat dikonfirmasi narasintt.com, menyebut hingga kini pihaknya masih fokus pada pembersihan untuk dapat dilalui.
Pihaknya juga telah mengajukan peningkatan ruas jalan ini ke pemerintah pusat.
“Saat ini kami konsentrasi untuk pembersihan akibat gempa. Kami usahakan agar perjalanan masyarakat lancar dan aman. Ke depannya kami sudah ajukan ke pemerintah pusat untuk peningkatan jalannya mohon doanya agar bisa cepat terealisasi” Tegasnya.
Penulis : Fide Dari
Editor : Redaksi







