Dari Tanah Kering ke Energi Masa Depan: Pongamia Buka Peluang Baru di Sumba Timur

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 23 April 2026 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali tinjau lokasi lahan Pongamia, Senin (20/4/2026).

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali tinjau lokasi lahan Pongamia, Senin (20/4/2026).

“Tak sekadar biofuel, tanaman ini menjanjikan perbaikan lahan, peluang ekonomi, dan arah baru energi hijau dari timur Indonesia”

Lahan Kering, Potensi yang Lama Terabaikan

WAINGAPU, NARASINTT.COM – Di Sumba Timur, tanah kering bukan hal baru. Hamparan luas dengan curah hujan rendah selama ini lebih sering dipandang sebagai keterbatasan ketimbang peluang.

Namun di Breeding Center Matawai Maringu, Kecamatan Kahaungu Eti, cara pandang itu mulai berubah. Di lokasi ini, penanaman perdana pohon Pongamia pinnata menandai dimulainya sebuah eksperimen besar: mengubah lahan marginal menjadi sumber energi masa depan.

Tanaman yang sebelumnya kurang dikenal ini kini dilirik sebagai salah satu kandidat kuat bahan baku biofuel. Kemampuannya bertahan di kondisi ekstrem membuatnya berbeda dari banyak tanaman energi lainnya.

Di tanah yang keras dan minim air, pongamia justru menemukan ruang hidupnya. Akar-akarnya mampu beradaptasi, sekaligus memperbaiki struktur tanah yang selama ini kurang produktif.

Bagi daerah seperti Sumba Timur, karakter ini menjadi kunci. Lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal kini memiliki peluang untuk dihidupkan kembali.

Kolaborasi Riset dan Tahap Awal Pengembangan

Pengembangan pongamia di Sumba Timur bukan datang tanpa perhitungan. Proyek ini dijalankan oleh PT. Santi Energi Hijau (SEH) bersama , dengan dukungan pemerintah daerah serta riset dari (BRIN).

Kolaborasi ini menggabungkan pendekatan ilmiah dengan pengalaman industri global. Terviva dikenal sebagai pionir dalam pengembangan pongamia, sementara SEH dan BRIN telah lebih dulu melakukan riset terhadap varietas lokal sejak 2021.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran, Satker PJN IV Pending Paket Besar Utamakan Pekerjaan Preservasi

Hasilnya mulai diuji di lapangan. Pada fase pertama, penanaman dilakukan di lahan seluas 25 hektare menggunakan bibit lokal terpilih yang telah melalui proses penelitian.

Fase ini tidak hanya soal menanam, tetapi juga mengamati. Pertumbuhan tanaman, metode budidaya yang paling efektif, hingga produktivitas buah akan menjadi bahan evaluasi penting.

Dari sinilah akan terlihat apakah pongamia benar-benar mampu menjadi solusi di lahan marginal, atau hanya sebatas harapan.

President Director SEH, Yusuf Reza Shahab, menyebut pemilihan Sumba Timur dilakukan melalui kajian bersama BRIN. Wilayah ini dinilai memiliki kombinasi ideal antara lahan luas, iklim kering, dan dukungan infrastruktur. “Sumba Timur yang terbaik,” ujarnya singkat.

Selain faktor alam, akses jalan, pelabuhan, dan bandara juga menjadi pertimbangan untuk pengembangan skala industri ke depan.

Energi, Lingkungan, dan Peluang Ekonomi

Keunggulan utama pongamia terletak pada bijinya. Dari sini dihasilkan minyak nabati yang dapat diolah menjadi biofuel, bahkan bioavtur sebagai alternatif bahan bakar penerbangan.

Di tengah kekhawatiran akan menipisnya cadangan energi fosil, sumber energi berbasis tanaman seperti ini menjadi semakin relevan.

Namun manfaat pongamia tidak berhenti di energi. Tanaman ini juga memiliki dampak ekologis dan ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga:  Kolaborasi; Pemkab Ende Hadirkan Pengobatan Gratis, Masih Kekurangan Obat Standar

Ia mampu membantu memperbaiki kualitas tanah, menjadikannya lebih subur dari waktu ke waktu. Di sisi lain, hasil sampingannya berpotensi menjadi pakan ternak berprotein hingga bahan baku industri, termasuk obat-obatan.

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, melihat proyek ini sebagai peluang baru bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik karena tanaman ini cocok dengan iklim di Sumba Timur. Kalau berhasil, kita akan kembangkan di areal lain sebagai sumber pendapatan baru,” katanya.

Pernyataan ini menggambarkan harapan yang lebih besar: bahwa pongamia bukan hanya proyek energi, tetapi juga pintu masuk bagi ekonomi baru di wilayah kering.

Ke depan, pengembangan pongamia dirancang tidak berhenti di 25 hektare. SEH dan Terviva menargetkan perluasan hingga ribuan hektare dalam beberapa fase.

Tahap berikutnya bahkan akan melibatkan bibit unggul dari luar yang telah dikembangkan oleh Terviva, untuk meningkatkan produktivitas.

Bagi Terviva, pongamia adalah lebih dari sekadar komoditas energi. Senior Manager mereka, Kevin, menekankan bahwa tanaman ini juga membawa dampak sosial.

“Pongamia tidak hanya untuk minyak, tetapi juga baik untuk lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Di Sumba Timur, proses itu baru saja dimulai. Dari tanah yang selama ini dianggap terbatas, kini tumbuh keyakinan bahwa masa depan energi bisa berakar dari wilayah-wilayah yang sebelumnya terpinggirkan.

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende
Terkait Insiden di Ruang Paripurna, Feri Taso Klarifikasi dan Minta Maaf
IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende
Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka
Bupati Ende Imbau Warga Pulang ke Rumah: Pemkab Salurkan Beras Bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah
Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Peduli Korban Gempa Flores: SPPG BGN di Ende Tengah Salurkan 400 Paket Sembako​
Bantu Korban Gempa Flores di Ende, Bank NTT Salurkan 100 Paket Sembako
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:50 WITA

Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende

Jumat, 4 September 2026 - 12:10 WITA

Terkait Insiden di Ruang Paripurna, Feri Taso Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 2 September 2026 - 06:29 WITA

IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:43 WITA

Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:17 WITA

Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru

Breaking News

Dugaan Korupsi di Dinas PK Ende, Mantan Kadis Jadi Saksi

Jumat, 4 Sep 2026 - 11:36 WITA