Hasil laporan realisasi per instansi menunjukkan adanya disparitas kinerja yang signifikan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Untuk penerimaan terrendah berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) karena dari target Rp 175 juta, realisasinya baru mencapai Rp 1,5 juta, menyisakan tunggakan Rp 173 juta lebih.
Sementara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) sama sekali belum mencatat realisasi dari target Rp 10 juta.
Kendati demikian, ada 3 OPD yang telah berhasil melampaui target yang ditetapkan, yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Dinas Perikanan.
Strategi Jangka Panjang: Videotron Hingga Pengawasan Air Tanah
Menanggapi sisa target yang besar, Jufri Seko menyebut bahwa upaya jangka panjang sedang dipersiapkan. Untuk tahun ini, Bapenda menganggarkan pengadaan sejumlah sarana prasarana baru untuk meningkatkan potensi PAD.
”Untuk tahun ini, ada pengadaan seperti videotron, billboard, alat rekam transaksi rumah makan, dan liter meter untuk pengawasan air tanah. Ini sumber dananya dari DAU hasil efisiensi,” ungkapnya.
Dia berharap pengadaan sarana ini dapat berjalan baik sehingga mulai tahun 2026 bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan PAD.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa banyak potensi pendapatan di Kabupaten Ende terutama dari sektor rumah makan, perhotelan, dan reklame—yang selama ini penggarapannya belum maksimal. Pengejaran sisa target Rp 75 miliar lebih di dua bulan terakhir tahun 2025 akan sangat bergantung pada maksimalisasi potensi-potensi yang ada.
Penulis : Tim
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2








