Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada

- Penulis Berita

Kamis, 10 September 2026 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASINTT.COM, NGADA– Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada bekerja sama dengan tim relawan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang turun langsung ke lokasi bencana di Desa Masukedhi, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Selasa (8/9/2026).

Kehadiran tim relawan RSJ Naimata Kupang tersebut untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak Sekolah Dasar Negeri Agowoe dan SDI Tarawaja yang terdampak bencana gempa bumi.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Mulai dari permainan, edukasi, bernyanyi, mendongeng, menggambar hingga berbagai kegiatan kreatif lainnya.

Ketua tim relawan RSJ Naimata Kupang, Tegguh Imam mengatakan kegiatan dirancang untuk membantu anak-anak mengalihkan perhatian dari pengalaman menakutkan akibat gempa sekaligus mengembalikan rasa aman dan keceriaan mereka.

Baca Juga:  Manajemen RSUD dan PDAM Ende Akan Diganti, Badeoda; Bukan Balas Dendam

Trauma healing menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan tim relawan RSJ di sejumlah lokasi terdampak gempa di Kabupaten Ngada.

Kegiatan ini bertujuan membantu anak-anak menghadapi tekanan psikologis pascabencana, seperti rasa cemas, takut, panik maupun gangguan psikologis lainnya.

Tegguh berharap melalui kegiatan tersebut, keceriaan anak-anak dapat kembali sehingga mereka tidak terus-menerus dihantui rasa takut dan dapat kembali beraktivitas secara normal.

Salah satu tim relawan, Triyani mengatakan trauma healing penting diberikan kepada anak-anak yang mengalami masa sulit akibat bencana.

Baca Juga:  PLN Berhasil Amankan Sistem Kelistrikan Salat Id Idul Fitri di NTT

Sebab, setelah bencana, anak-anak dapat mengalami kecemasan berlebihan ketika mengingat kembali peristiwa gempa.

Ia menambahkan melaui kegiatan yang menyenangkan, anak-anak diarahkan untuk mengalihkan pikiran dari pengalaman buruk akibat bencana.

Mereka juga diberi ruang untuk berekspresi, bermain dan berinteraksi bersama teman-temannya.

Dengan demikian, trauma healing diharapkan dapat membantu anak-anak secara bertahap memulihkan kondisi psikologis mereka dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

“Kegiatan trauma healing dapat memberikan manfaat bagi anak-anak korban gempa serta membantu mereka bangkit dari pengalaman sulit yang dialami akibat bencana “, tutupnya.

Penulis : Elthon Rete

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Alumni AAP/STPM Santa Ursula Ende di Timor-Leste Gelar Misa Arwah dan Ziarah Kenang Sr. Ferdinanda Ngao, OSU​
Jalur Selatan Ndona Terancam Putus Total, Ambulans Nyaris Masuk Jurang Saat Bawa Nakes ke Wolokota
Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Kamis, 10 September 2026 - 13:50 WITA

Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada

Kamis, 10 September 2026 - 12:14 WITA

HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende

Berita Terbaru