NARASINTT.COM,ENDE- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende melaporkan bahwa posko pengungsian terpusat pasca gempa bumi Flores sudah nihil pengungsi per Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WITA.
Kendati laporan resmi menyebut posko terpusat kosong, ribuan warga di Kabupaten Ende terpantau masih bertahan di tenda-tenda darurat.
Memasuki hari ke-23 pasca gempa, sekitar 5.712 jiwa tercatat masih tinggal di pengungsian mandiri yang tersebar di berbagai wilayah.
Situasi kontras terlihat jelas di posko pengungsian terpusat Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro.
Kepala Desa Kebirangga, Yohakim Sumbi, membeberkan bahwa sekitar 158 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 500 jiwa masih menetap di tenda-tenda darurat tersebut.
Tenda penampungan di Nioniba ini sebelumnya didirikan oleh Polres Ende pascalongsor dan gempa yang mengguncang Flores.
Lokasi ini sempat menjadi perhatian nasional setelah Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, bersama Wakil Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Martha Dedi Prasetyo, menyambangi warga dan mendistribusikan 1.000 paket sembako.
”Di Nioniba itu pengungsi masih ada sampai sekarang. Itu semua warga Dusun Nioniba, jumlahnya sekitar 500 lebih jiwa dari 158 KK,” tegas Yohakim.
Menanggapi masih bertahannya ratusan warga di pengungsian tersebut, intervensi fasilitas umum mulai disalurkan.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau langsung membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) darurat di lokasi itu pada Senin (7/9/2026) guna menunjang kebutuhan sanitasi harian warga.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Eclesiaunus Mete, memberikan tanggapan berbeda saat dikonfirmasi melalui grup WhatsApp Jurnalis Peduli Bencana (ENDE), Selasa (8/9/2026) pagi.
Menurutnya, fenomena warga yang masih tinggal di luar rumah bukan sekadar persoalan fisik kerusakan bangunan, melainkan faktor trauma psikologis.
”Kalau satu kabupaten mau tidur di luar meski rumah tidak rusak kita harus bagaimana???? Trauma healing terus dilakukan,” ungkap Marselus.
Berdasarkan pendataan mutakhir BPBD, tercatat ada lima unit rumah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa yang getarannya dirasakan luas oleh masyarakat Kabupaten Ende.
Pemerintah daerah pun terus mengimbau agar warga secara bertahap memulihkan mental dan kembali beraktivitas normal.
”5 rumah rusak, 400 mengungsi. Gempa dirasakan juga basodara di seluruh Ende, semua berusaha bangkit dan beraktivitas normal,” pungkasnya/Tim







