DPRD Sumba Timur Rekomendasikan Cabut Izin Usaha Pelaku Pengiriman Kuda Ilegal

- Penulis Berita

Senin, 27 April 2026 - 14:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternak Kuda di Kandang Karantina Sumba Timur.

Ternak Kuda di Kandang Karantina Sumba Timur.

WAINGAPU, NARASINTT.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Timur merekomendasikan pencabutan izin usaha bagi pelaku usaha ternak yang terbukti melanggar aturan pengiriman kuda antar pulau.

Rekomendasi tersebut disampaikan oleh Umbu Aldy Rihi, Ketua DRPD Sumba Timur, dalam konferensi pers di Kantor DPRD Sumba Timur, Senin (26/4/2026), berdasarkan hasil inspeksi mendadak di Balai Karantina Waingapu pada 14 hingga 17 April 2026.

Dalam sidak tersebut, DPRD menemukan sejumlah pelanggaran serius terhadap ketentuan Peraturan Gubernur Nomor 37 Tahun 2025, saat ternak masih dalam tahap pemeriksaan dan belum sempat dikirim keluar daerah.

Pada CV Matalu, dari total 245 ekor kuda jantan yang akan dikirim, ditemukan tujuh ekor tidak memenuhi syarat, terdiri dari kuda jantan muda dan satu kuda betina produktif dengan bobot di bawah ketentuan.

Sementara pada CV Chika Putri Permata, DPRD menemukan 11 ekor kuda betina produktif, bahkan satu di antaranya dalam kondisi bunting.

Baca Juga:  AMAN Nusa Bunga Sebut Penggusuran Oleh PT. Krisrama di Nangahale Brutal dan Tidak Manusiawi

Selain itu, ditemukan ketidaksesuaian dokumen asal ternak serta dugaan manipulasi data lalu lintas ternak yang tidak sinkron dengan data di pos palang.

DPRD menilai, temuan tersebut menunjukkan adanya upaya pengiriman ternak yang tidak memenuhi syarat, namun berhasil digagalkan sebelum proses pengiriman dilakukan.

Dalam rekomendasinya, DPRD menegaskan, “Meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur agar memberikan sanksi administratif kepada pelaku usaha (CV/UD) berupa pencabutan ijin usaha dan black list yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.”

DPRD juga menekankan bahwa ternak yang tidak memenuhi syarat tidak boleh diizinkan untuk dikirim ke luar daerah.

“Seluruh ternak kuda sebanyak 10 ekor hasil keur ulang oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur dan tidak memenuhi syarat, tidak diijinkan untuk diantar pulaukan,” demikian isi rekomendasi DPRD.

Baca Juga:  Aksi Sosial, Kapolsek Ndona Bagi Sembako, Warga; Kami Rasa Dekat Dengan Polisi

Selain itu, DPRD meminta pengawasan diperketat, terutama terhadap ternak yang berasal dari luar daerah atau ternak transit.

“Dinas Peternakan dan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumba Timur wajib melakukan pemeriksaan secara lengkap terhadap dokumen dan pemeriksaan fisik ternak,” tulis DPRD dalam rekomendasinya.

DPRD juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pemalsuan dokumen dan manipulasi data dalam proses pengiriman ternak.

“Meminta kepada aparat penegak hukum… untuk mengusut dan menindak tegas oknum ataupun pelaku usaha yang diduga melakukan pemalsuan dokumen dan manipulasi asal ternak,” tegas DPRD.

DPRD menegaskan, praktik pengiriman ternak yang melanggar aturan, khususnya terhadap kuda betina produktif dan jantan di bawah umur, merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan populasi ternak kuda di Sumba Timur.

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru