Sementara itu, Oskar, mahasiswa semester 8 Program Studi Ilmu Pemerintahan yang juga menjabat sebagai Koordinator Abdimas STPM di Desa Tanalangi, berharap bak sampah dari bambu ini dapat menjadi solusi sederhana namun efektif.
“Selain ramah lingkungan, bak sampah ini juga mudah dibuat dan bisa terus digunakan untuk menjaga kebersihan desa. Harapannya, semangat seperti ini bisa terus dijaga,” ujarnya.
Maximilianus Gabriel Janga, pendamping Abdimas STPM di Desa Tanalangi, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk membawa perubahan fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting kepada masyarakat.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, bisa semakin sadar pentingnya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga fasilitas sederhana ini dapat terus digunakan dan dijaga bersama,” tutupnya.
Selain program itu, kehadiran peserta Abdimas di Desa Tanalangi juga membantu pemdes Tanalangi dalam memfasilitasi kepengurusan fasilitasi pengurusan dokumen- dokumen untuk pengurusan sertifikat Bumdes, dan fasilitasi pelayanan administrasi desa berbasis aplikasi.
Penulis : Oskardus Rhengi
Editor : Redaksi








