ENDE,NARASINTT.COM – Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) St. Ursula, sukses menyelenggarakan Lomba Debat Ilmiah Tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Ende selama tiga hari (18 – 20 Februari 2026).
Kompetisi dalam rangka menyambut dies natalies ke -54 STPM ini, mempertemukan talenta-talenta terbaik dari sekolah dalam kota maupun luar kota Ende.
Selain itu, ajang ini menjadi panggung pembuktian bahwa kualitas literasi dan kapasitas berpikir kritis siswa di Kabupaten Ende berada pada level yang cukup menjanjikan.
Dewan juri mencatat adanya lonjakan kualitas argumentasi dari para peserta yang dinilai mampu membangun konstruksi logika yang sistematis.
Richardus Beda Toulwala, akademisi STPM sekaligus anggota Dewan Juri, mengaku kagum terhadap cara siswa merespons sanggahan.
“Saya melihat para peserta tidak hanya berargumentasi secara retoris, tetapi mampu membangun konstruksi logika yang sistematis serta merespons sanggahan secara kritis,” ujarnya kepada narasintt.com, jumad (20/02/2026).
Terkait tema yang diangkat, menurutnya hal itu sangat kontekstual dengan tantangan zaman. Isu-isu mengenai pendidikan, sosial, dan transformasi digital, telah menjadi medan tempur pemikiran bagi para siswa.
Dia menegaskan, kualitas debat demikian, menjadi cerminan bahwa kapasitas literasi dan nalar publik siswa di Kabupaten Ende sangat potensial untuk terus dikembangkan.
Akademisi STPM ini berharap lembaga pendidikan seperti SLTA tidak hanya mnjadikan debat sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai instrumn pembentukan nalar kritis dan etika berpikir.
“Kapasitas yang sudah terlihat baik ini mestinya ditopang dengan peningkatan literasi, penguatan metodologi berpikir argumentatif, serta biasakan diskusi berbasis data.
Dengan begitu sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam menyikapi perbedaan dan isu-isu publik secara rasional dan bertanggung jawab” Imbuhnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang akademik rutin yang mampu melahirkan generasi kritis dan solutif di tengah arus digitalisasi yang masif.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







