SIKKA,NARASINTT.COM- Kisah inspiratif datang dari Maria Nona Saidah, seorang wanita asal Waidoko, Kelurahan Wolomarang, yang berhasil mengubah hidupnya berkat ketekunan dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kepada sejumlah wartawan, Jumat (24/10/2025), Maria Nona Saidah menceritakan perjalanan bisnisnya yang dimulai dari nol.
“Saya menjual ikan sejak tahun 2006 dengan modal jualan dari 100 ribu,” ujarnya.
Titik balik dalam hidupnya terjadi ketika seorang teman bernama Nur Aini mengajaknya untuk meminjam dana KUR di BRI.
“Pinjaman awal saya 3 juta di tahun 2007 dari BRI Unit Wuring. Awal pinjaman saya gunakan untuk modal usaha jualan ikan. Setiap hari saya berangkat jualan ikan dari subuh, setelah pinjaman saya cair. Saat itu saya ambil jangka waktu hanya satu tahun saja,” kenangnya.
Berkat ketekunan dan pengelolaan keuangan yang baik, usaha Maria Nona Saidah terus berkembang. Pada tahun kedua, ia kembali meminjam dana KUR sebesar 15 juta.
“Pinjaman BRI saya tambah dengan uang hasil usaha jualan ikan selama ini menjadi 25 juta untuk diberikan kepada pemilik tanah pada tahun 2008 dengan harga permeter 300 ribu ,” ujarnya.
Kepercayaan BRI terhadap dirinya terus meningkat seiring dengan kelancaran pembayaran angsuran.
Setelah pinjaman pertama, ia kembali mengajukan pinjaman kedua sebesar 25 juta, kemudian meningkat menjadi 50 juta, hingga akhirnya mencapai 200 juta, 350 juta, dan bahkan 400 juta rupiah.
Pinjaman sebesar 400 juta rupiah bukan hanya sekali ia dapatkan, melainkan sudah dua kali. Pinjaman pertama sebesar 400 juta diambil pada tahun 2023. Pinjaman kedua dengan nilai yang sama diambil pada 3 September 2025.
“Dana tersebut saya gunakan untuk merenovasi rumah, membeli beberapa kendaraan, termasuk sampan untuk melaut dan mobil untuk mendukung usaha dan bisnis ikan keluar daerah,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa proses pengajuan pinjaman di BRI sangat mudah dan cepat.
Proses awal pinjaman hanya memerlukan KTP suami dan istri, kartu keluarga, dan surat kelakuan baik.
“Proses pencairan berlaku hanya 2 hari dan saya diberi kepercayaan sampai dengan 400 juta,” katanya.
Dengan angsuran yang selalu dibayar tepat waktu, ia membuktikan bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci keberhasilan.
“Dari angsuran kecil sampai besar memang sangat mudah kalau kita mengatur keuangan dengan benar dan angsur tepat pada waktunya. Angsuran saya tertib, 400 juta jaminan sertifikat rumah dan pinjaman 400 juta saya selesaikan 2 tahun,” jelasnya.
Kecintaannya pada BRI menjadi alasan utama mengapa ia selalu memilih bank tersebut sebagai mitra finansialnya.
“Kenapa saya memilih BRI? Karena cinta saya terhadap BRI,” tegasnya.
Ia berharap BRI akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia/****
Penulis : Irma Rosse
Editor : Redaksi








