Akses ke Ndona Selatan Terancam Putus, Warga Desak Pemkab Ende Segera Bertindak

- Penulis Berita

Senin, 23 Februari 2026 - 11:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​ENDE,NARASINTT.COM – Akses transportasi menuju desa-desa di wilayah selatan Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Tenggara Timur (NTT), kini dalam kondisi kritis.

Jalur utama yang menjadi nadi perekonomian warga tersebut terancam putus total akibat longsor dan kerusakan struktur jalan yang kian parah.​

Pantauan narasintt.com pada Senin (23/02/2026), kerusakan signifikan terlihat di titik sebelum memasuki Kampung Wolotopo.

Kerusakan ini dipicu oleh ambruknya tembok penahan jalan yang mengakibatkan pengikisan badan jalan secara masif.

Kondisi ini diperburuk dengan tumpukan material longsoran yang menutupi sebagian jalur.

​Saat ini, lebar jalan yang bisa dilalui kendaraan hanya tersisa sekitar 2 meter, sementara bahu jalan yang amblas tercatat sepanjang kurang lebih 6 meter.​

Baca Juga:  Tanam dan Panen Usai Launching P2L Bersama Mabes Polri, Polsek Ndona Libatkan Forkompimcam

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran besar di tengah masyarakat, mengingat keselamatan jiwa pengendara roda dua maupun roda empat.

Selain itu, jika jalan ini putus, distribusi logistik dan kebutuhan pokok ke wilayah selatan Ndona akan lumpuh total.​

Tidak ada jalur alternatif yang memadai bagi warga untuk keluar-masuk wilayah tersebut.​

​Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya upaya perbaikan serius dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ende.

Baca Juga:  Dari Tanah Kering ke Energi Masa Depan: Pongamia Buka Peluang Baru di Sumba Timur

Berberapa warga, terpantau menghentikan kendaraan mereka saat melintas untuk membersihkan material longsoran agar dapat dilalui dengan nyaman.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga akses benar-benar putus atau memakan korban jiwa untuk mulai bergerak.​

“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Ende melalui dinas terkait segera menyikapi kondisi ini. Ini satu-satunya jalan kami,” ujar salah satu warga yang melintas.

​Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah darurat, minimal dengan memasang rambu peringatan dan melakukan penguatan sementara pada badan jalan yang terkikis sebelum kerusakan meluas/***

Penulis : Fidel Dari

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nobar dan Diskusi Film: TANAH AIR BETA Menyongsong Hari Lahir Pancasila 2026‎
Bupati Ende: Daripada Habiskan Energi Tanggapi Akun Palsu, Mari Dukung Pembangunan Rusun dan BLUD
Kapolres Ende: Idul Adha Momentum Personel Polri Asah Jiwa Ikhlas Melayani​
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Ende Sisir Titik Vital Jelang Sholat Idul Adha
Julie Laiskodat Salurkan Hewan Kurban untuk Jemaah Masjid Makarimal Akhlak Ende
Hanya dengan Mata Pol PP Ende, 25 Sapi Manggarai Gagal Berlayar
Bupati Ende Pastikan Kehadiran Nakes dan Perbaikan Kualitas Jalan di Embuzozo
Cara Baru Bupati Ende Tertibkan Pasar: Instruksi ASN Boikot Pedagang Luar Lapak
Berita ini 211 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 07:28 WITA

Nobar dan Diskusi Film: TANAH AIR BETA Menyongsong Hari Lahir Pancasila 2026‎

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:28 WITA

Bupati Ende: Daripada Habiskan Energi Tanggapi Akun Palsu, Mari Dukung Pembangunan Rusun dan BLUD

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:43 WITA

Kapolres Ende: Idul Adha Momentum Personel Polri Asah Jiwa Ikhlas Melayani​

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:23 WITA

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Ende Sisir Titik Vital Jelang Sholat Idul Adha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:30 WITA

Hanya dengan Mata Pol PP Ende, 25 Sapi Manggarai Gagal Berlayar

Berita Terbaru