SUMBA BARAT, NARASINTT.COM – Di atas perbukitan sunyi di Kelurahan Soba Wawi, Kecamatan Loli, menyimpan sebuah lanskap yang tak hanya indah, tetapi juga sarat makna spiritual.
Sebuah patung Yesus berdiri dengan tangan terentang, menghadap ke arah . Dari kejauhan, pose itu menghadirkan kesan seolah sedang memberkati kota yang terhampar di bawahnya, dengan sawah hijau yang membentang di antara rumah warga dan bangunan perkantoran.
Dari titik ini, wajah kota terlihat utuh: tenang, hijau, dan terasa jauh dari hiruk-pikuk. Angin yang berembus di punggung bukit menghadirkan suasana hening, ruang yang seolah mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak, berdoa, dan merenung.
Perjalanan menuju area kaki patung menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Ratusan anak tangga yang harus dilalui perlahan mengubah langkah menjadi refleksi. Setiap pijakan menghadirkan jeda, setiap ketinggian membuka sudut pandang baru.
Di bagian dasar patung, terdapat pijakan melingkar yang dihiasi lukisan bertema sejarah keselamatan. Elemen ini mempertegas identitas Gollu Poto sebagai destinasi wisata religi, sebuah tempat yang tidak hanya menawarkan panorama, tetapi juga narasi iman.
Butuh Sentuhan Tata Kelola
Dengan jarak sekitar 15 menit dari pusat kota, Gollu Poto memiliki keunggulan aksesibilitas yang jarang dimiliki destinasi perbukitan lainnya. Kombinasi antara kedekatan lokasi, nilai spiritual, dan panorama alam menjadikannya berpotensi sebagai salah satu ikon wisata religi di wilayah Sumba Barat.
Pengunjung yang datang pun merasakan hal serupa. Marce Dapa Ambo, yang ditemui di lokasi, mengaku terkesan dengan suasana yang ditawarkan. Ia menyebut tempat ini cocok untuk berdoa, refleksi, sekaligus menikmati keindahan alam dari ketinggian.
“Tempat ini tenang. Pemandangannya juga bagus sekali. Sangat cocok untuk refleksi,” ujarnya.
Potensi ini membuka peluang yang lebih luas. Gollu Poto tidak hanya bisa berkembang sebagai tempat ziarah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan antara wisata, budaya, dan spiritualitas. Lanskapnya memungkinkan untuk dikembangkan sebagai titik foto, jalur meditasi, hingga wisata edukasi berbasis religi.
Di berbagai daerah lain, wisata religi terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadiran pengunjung menciptakan ruang bagi tumbuhnya usaha kecil, jasa pemandu, hingga aktivitas ekonomi berbasis komunitas.
Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Gollu Poto pada dasarnya telah memiliki fondasi kuat sebagai destinasi unggulan. Yang dibutuhkan kini adalah pengelolaan yang lebih terarah agar potensi tersebut tidak hanya berhenti sebagai pemandangan indah, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang utuh bagi setiap pengunjung.







