Demi Taman, Pemkab Ende Terkesan Abai Kondisi Infrastruktur di Pantai Selatan

- Penulis Berita

Minggu, 1 Februari 2026 - 09:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanpa jalan darat, warga termasuk anak sekolah dan orang sakit harus melompat di antara tebing karang dan sampan yang dihantam gelombang tinggi.​

Tanpa jalan darat, warga termasuk anak sekolah dan orang sakit harus melompat di antara tebing karang dan sampan yang dihantam gelombang tinggi.​

​ENDE,NarasiNTT.com – Nurani Pemerintah Kabupaten Ende kini tengah dipertanyakan. Di tengah jeritan warga dari 3 desa di Kecamatan Ndona, yang setiap hari bertaruh nyawa menantang maut di laut lepas, pemerintah justru “pesta pora” anggaran dengan merencanakan pembangunan taman kota senilai Rp12 miliar.​

Realita menyedihkan terpampang dari wilayah pantai selatan Kecamatan Ndona. Bagi ratusan jiwa warga Desa Nila, Desa Kekasewa dan Desa Wolokota, laut selatan bukan sekadar pemandangan, melainkan jalur maut yang terpaksa ditempuh.

Tanpa jalan darat, warga termasuk anak sekolah dan orang sakit harus melompat di antara tebing karang dan sampan yang dihantam gelombang tinggi.​

“Kami tidak punya pilihan. Kalau tidak melaut, kami tidak makan. Kalau ada yang sakit, kami harus pasrah pada ombak,” ungkap seorang warga dari Desa Nila dengan nada getir. Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga:  Kemenag Ende Lantik Lima Penghulu Jadi KUA Kecamatan

Kepala Desa Nila, Aleksius Sado, mengaku dirinya bersama Kepala Desa Kekasewa dan Keplaa Desa Wolokota telah berulang kali menyuarakan aspirasi pembukaan jalan darat, namun hingga kini, nyawa warganya seolah dibiarkan menggantung di ujung sampan.​

Kemewahan di Tengah Isolasi​

Kontras dengan penderitaan itu, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda justru mengumumkan proyek ambisius di Lapangan Pancasila. Dana sebesar Rp12 miliar yang diklaim sebagai hasil penghematan akan dikucurkan untuk membangun Water boom dan kolam renang, Wahana permainan dan lapangan olahraga serta Fasilitas kebugaran (fitness) modern.​

Proyek ini digadang-gadang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, publik bertanya: Apa gunanya PAD meningkat jika nyawa rakyat di pelosok terabaikan karena ketiadaan infrastruktur dasar?​

Baca Juga:  Sambut Arus Mudik 2026, Pelindo Ende-Ippi Perkuat Sinergi Lintas Instansi dan Fasilitas Terminal​

Menakar Skala Prioritas

​Anggaran Rp12 miliar bukanlah angka yang kecil. Jika dialokasikan untuk pembukaan jalan atau pembangunan dermaga yang layak di wilayah selatan, angka tersebut bisa menjadi penyambung nyawa bagi warga dari ke tiga desa tersebut.

​Sayangnya, Pemkab Ende tampaknya lebih memilih memoles wajah kota dengan fasilitas hiburan daripada menjamin keselamatan warganya di desa terpencil. Lapangan Pancasila, yang seharusnya menjadi simbol keadilan sosial, kini justru berdiri sebagai monumen ketimpangan di bawah kepemimpinan saat ini.​

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab terkait rencana pembukaan akses jalan bagi warga di wilayah itu, guna mengimbangi kemewahan proyek di pusat kota/***

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 182 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru