Berita Terkait
Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA
Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan OrangeSelasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang BeradabKamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDESenin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media SosialJumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA
Ngada dan Dosa Terhadap Anak PinggiranBerita Terbaru
Daerah
IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende
Rabu, 2 Sep 2026 - 06:29 WITA
Daerah
Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka
Selasa, 25 Agu 2026 - 08:43 WITA
Daerah
Bupati Ende Imbau Warga Pulang ke Rumah: Pemkab Salurkan Beras Bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah
Jumat, 21 Agu 2026 - 10:02 WITA
Daerah
Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Kamis, 20 Agu 2026 - 17:17 WITA
Daerah
Peduli Korban Gempa Flores: SPPG BGN di Ende Tengah Salurkan 400 Paket Sembako
Kamis, 20 Agu 2026 - 13:44 WITA


Home / Opini
Faith In The Feed: Panggilan Kaum Muda Digital Menjadi Arsitek Damai
Admin - Penulis Berita
Jumat, 31 Oktober 2025 - 07:42 WITA
URL berhasil dicopy
URL berhasil dicopy
Gerardus Bata Atulolon
OPINI-Kita hidup di zaman yang serba riuh. Setiap detik, notifikasi, video, dan opini baru membanjiri layar. Dunia digital telah menjadi semesta kedua, tempat jutaan suara bersahutan, dan batas antara iman, opini, dan emosi sering kali kabur.
Namun, di tengah riuhnya kebisingan maya ini, kita—kaum muda digital—memiliki panggilan istimewa: membawa cahaya iman dan semangat damai ke dalam ruang yang sering kali gelap oleh kebencian.
Feed Bukan Sekadar Alat Eksis, Tapi Ruang Pewartaan 5G
Dulu, dialog antar agama terjadi di ruang formal seperti aula atau masjid. Sekarang, ruang dialog itu bernama feed, DM, dan comment section. Setiap unggahan, story, atau tweet bisa menjadi jembatan lintas iman atau malah red flag yang menciptakan jarak. Semuanya bergantung pada vibes dan attitude kita.
Bagi saya, media sosial bukan sekadar tempat cari hiburan. Ini adalah ruang pewartaan iman dan kemanusiaan versi 5G. Kita bisa berbagi kutipan Kitab Suci yang menenangkan, membuat video persahabatan lintas agama, atau menulis opini yang menyejukkan. Lewat cara-cara ini, media sosial dapat berubah dari sekadar alat untuk “eksis” menjadi “ruang kesaksian iman yang hidup.”
Jebakan Digital: Pilih Jadi Green Flag atau Ikut Arus Kebencian?
Perjalanan iman di dunia maya tidak semulus scrolling TikTok. Dunia digital penuh jebakan: hoaks, cancel culture, akun toxic, dan komentar netizen satu baris yang bisa terasa lebih menyakitkan dari debat panjang.
Di sinilah ujian kedewasaan digital kita. Apakah kita akan ikut arus kebencian, atau memilih untuk menjadi green flag (sinyal positif) di tengah feed yang penuh noise?
Paus Fransiskus dalam Fratelli Tutti menyerukan bahwa dunia butuh arsitek dialog dan pembangun persahabatan sosial. Kita mungkin bukan pemimpin agama, tetapi setiap postingan, like, komen, dan share kita adalah wujud nyata dari misi damai. Dengan digital empathy, kita bisa menjadi influencer of peace.
Halaman : 1 2 Selanjutnya
Berita Terkait
Berita Terbaru
Daerah
IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende
Daerah
Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka
Daerah
Bupati Ende Imbau Warga Pulang ke Rumah: Pemkab Salurkan Beras Bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah
Daerah
Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Daerah
Peduli Korban Gempa Flores: SPPG BGN di Ende Tengah Salurkan 400 Paket Sembako
Daerah
Bantu Korban Gempa Flores di Ende, Bank NTT Salurkan 100 Paket Sembako