AMAN Nusa Bunga Sebut Penggusuran Oleh PT. Krisrama di Nangahale Brutal dan Tidak Manusiawi

- Penulis Berita

Kamis, 23 Januari 2025 - 15:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret saat alat berat menggusur rumah masyarakat adat di Nangahale, Sikka NTT/ Sumber: SW

Potret saat alat berat menggusur rumah masyarakat adat di Nangahale, Sikka NTT/ Sumber: SW

Menurutnya, harus mengutamakan dialog bermartabat dengan prinsip cinta kasih. Untuk itu, AMAN mengecam tindakan brutal PT. Krisrama. Selain itu, AMAN juga mendesak agar segera menghentikan penggusuran rumah serta tanaman Suku Soge dan Goban Runut di Nangahale.

“Hentikan penggusuran Masyarakat Adat di Nangahale,” Tegasnya.

Baca Juga:  Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada

Lanjut Herson, informasi dari lapangan terkonfirmasi sudah 50 lebih unit rumah dan ratusan tanaman milik Masyarakat Adat di Nangahale tergusur. Tindakan brutal penggusuran tersebut melibatkan pengawalan ketat aparat polisi, TNI dan Satpol PP Kabupaten Sikka.

Dalam aksi tersebut juga terpantau beberapa preman kampung yang mengikat kain merah di atas kepala mereka.

Baca Juga:  Lomba Mural Sumpah Pemuda di Maumere: Aksi Seniman Lokal Lawan Gempuran AI

Herson menduga PT. Krisrama sengaja menghadirkan para preman tersebut untuk menekan Masyarakat Adat Suku Soge dan Goban Runut.

“Kita menduga kehadiran preman-preman ini by desaign, bagian dari skenario untuk menciptakan konflik horizontal,” Imbuhnya./***

Penulis : Narasi NTT

Editor : Narasi NTT

Sumber Berita : Press Release

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru