Empat Rumah di Pulau Ende Ambruk Tergerus Abrasi, Warga Desak Respon Cepat Pemda

- Penulis Berita

Senin, 9 Maret 2026 - 09:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE,NARASI NTT.COM– Bencana abrasi kembali menghantui pesisir Kabupaten Ende.

Sebanyak empat unit rumah warga dan tembok penahan abrasi di Desa Rengamenge, Kecamatan Pulau Ende, hancur total akibat terjangan gelombang pasang yang terjadi pada Jumat siang (06/03/2026).

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.45 WITA ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang besar yang menghantam daratan secara terus-menerus.

Akibatnya, konstruksi tembok penahan yang selama ini melindungi pemukiman warga di RT 004 / RW 002 roboh, disusul ambruknya bangunan rumah yang berada tepat di bibir pantai.

Sekretaris Desa (Sekdes) Rengamenge, Samsudin, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi media. Ia menjelaskan bahwa kekuatan alam saat kejadian sulit dibendung.

Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, Dua Rumah Warga Wolotopo Timur Rusak Berat​

​”Iya, kejadiannya hari Jumat tanggal 6 Maret 2026 jam 12.45. Saat itu angin kencang dan gelombang besar sehingga menyebabkan tembok penahan abrasi roboh dan menimpa empat buah rumah warga,” ujar Samsudin.

​”Harapan kami kepada Bapak Camat dan dinas terkait agar bisa menangani ini dengan cepat,” tambahnya.

​Senada dengan pemerintah desa, Pengurus GP Ansor Pulau Ende, Fira Samudra, melayangkan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten Ende.

Ia meminta agar penanganan bencana ini menjadi prioritas utama dan dilakukan secara nyata, bukan sekadar janji administratif.

​”Kami mendesak Pemda dan dinas terkait untuk cepat merespon. Berikan kepastian dan harapan yang nyata bagi korban, tanpa dibungkus dengan iming-iming belaka. Dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang sedang risau ini,” tegas Fira.

Baca Juga:  Julie Laiskodat Salurkan Hewan Kurban untuk Jemaah Masjid Makarimal Akhlak Ende

Hingga saat ini masyarakat setempat masih bergotong royong melakukan mitigasi darurat.

Dengan peralatan seadanya, warga mencoba menahan laju abrasi menggunakan susunan kayu dan batu sebagai penghalang sementara.

​Namun, solusi darurat ini diprediksi tidak akan bertahan lama jika gelombang tinggi kembali menerjang.

Warga sangat menantikan kehadiran alat berat dan bantuan material permanen dari pemerintah untuk memulihkan kembali benteng pertahanan pesisir di Desa Rengamenge./****

Penulis : Tim

Editor : Redak

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru