Mengapa Gereja Menghormati Maria Secara Khusus di Bulan Mei dan Oktober?

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doa pembukaan bulan Rosario, Rabu, 1 Oktober 2025.

Doa pembukaan bulan Rosario, Rabu, 1 Oktober 2025.

Ende, narasintt.com – Gereja tidak sembarangan dalam menetapkan Bulan Maria dan Bulan Rosario. Keduanya memiliki akar sejarah, spiritualitas, dan makna teologis yang mendalam.

Bulan Mei mengarahkan hati umat kepada Maria sebagai Bunda Yesus, sosok yang penuh kasih dan ketaatan.

Sedangkan bulan Oktober mengajak umat untuk mengalami kekuatan doa Rosario, doa sederhana namun penuh kuasa.

Melalui kedua bulan ini, umat diajak untuk semakin mencintai Maria dan meneladani imannya, serta menjadikan doa Rosario sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dalam tradisi Gereja Katolik, penghormatan kepada Bunda Maria memiliki tempat yang sangat istimewa.

Dua bulan dalam setahun secara khusus untuk menghormati Maria: bulan Mei dan bulan Oktober.

Meskipun keduanya memiliki fokus pada devosi kepada Maria, masing-masing bulan memiliki makna dan sejarahnya sendiri.

Bulan Mei dikenal sebagai Bulan Maria. Selama bulan ini, umat Katolik di seluruh dunia memberi penghormatan khusus kepada Maria sebagai Bunda Allah.

Devosi kepada Maria di bulan ini melalui berbagai bentuk penghormatan yakni doa Rosario, lagu-lagu Maria, prosesi, dan penghiasan patung Maria di gereja maupun rumah-rumah umat.

Meskipun Rosario juga sering didoakan di bulan Mei, namun bulan ini tidak disebut sebagai Bulan Rosario.

Fokus utama dalam bulan Mei adalah pada kemuliaan Maria sebagai Bunda Yesus, teladan kesucian, ketaatan, dan kasih yang sempurna.

Sementara itu, bulan Oktober secara resmi ditetapkan sebagai Bulan Rosario. Bulan ini didedikasikan untuk merenungkan kekuatan doa Rosario, doa yang menjadi sarana memohon pertolongan kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria.

Baca Juga:  Begini Kondisi Paus Fransiskus Terkini

Penetapan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario memiliki sejarah panjang dan mendalam, yang berakar pada suatu peristiwa besar dalam sejarah Gereja.

Pada tanggal 7 Oktober 1571, terjadi pertempuran besar antara armada Kristen dan armada Turki Utsmani di Lepanto, sebuah teluk di dekat Yunani.

Saat itu, kekuatan militer Turki sedang giat-giatnya memperluas wilayah kekuasaannya ke Eropa. Armada Kristen yang tergabung dalam Liga Suci berada dalam posisi yang lemah, kalah dalam jumlah maupun persenjataan.

Melihat ancaman yang begitu besar terhadap Gereja dan dunia Kristen, Paus Pius V mengajak seluruh umat Katolik untuk berdoa Rosario memohon pertolongan Bunda Maria. Doa Rosario diserukan secara serempak di seluruh Eropa.

Ajaibnya, meskipun di awal pertempuran pasukan Kristen mengalami tekanan berat, keadaan berbalik dan mereka berhasil meraih kemenangan yang luar biasa.
Kemenangan ini diyakini sebagai bukti nyata kuasa doa, dan secara khusus, bantuan Bunda Maria melalui Rosario.

Kemenangan ini menghentikan laju ekspansi Turki ke Eropa, dan dianggap sebagai salah satu titik balik dalam sejarah Kristen.

Sebagai bentuk syukur, Paus Pius V menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan.

Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1573, Paus Gregorius XIII mengganti nama pesta tersebut menjadi Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Awalnya, pesta ini hanya dirayakan di gereja-gereja yang memiliki altar khusus yang didedikasikan untuk Maria.

Baca Juga:  Konser Musik Rohani di Aula Paroki Nita Menggugah Iman, Tiket Ludes dalam Sekejap

Namun, pada tahun 1716, Paus Klemens XI memperluas perayaan ini ke seluruh Gereja Universal, menjadikannya bagian resmi dari kalender liturgi Gereja di seluruh dunia.

Baru pada 1 September 1883, Paus Leo XIII secara resmi menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario.

Dalam pengumumannya, Bapa Suci meminta agar seluruh umat di setiap paroki mendoakan Rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto setiap hari sepanjang bulan Oktober.

Permintaan ini dilatarbelakangi oleh situasi dunia yang penuh bahaya pada saat itu, dan keyakinan akan kuasa doa Rosario untuk memohon perlindungan Maria bagi Gereja.

Paus Leo XIII mengulangi ajakan ini dalam tahun-tahun berikutnya, dan menegaskannya dalam ensiklik berjudul “Octobri mense” tertanggal 22 September 1891, di mana beliau menyatakan bahwa:

“Bulan Oktober dibaktikan dan dikuduskan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.”

Devosi kepada Rosario bukan hanya bagian dari tradisi, melainkan suatu kekuatan spiritual.

Melalui doa Rosario, umat merenungkan misteri kehidupan Kristus sambil memohon perantaraan Maria yang setia mendampingi Yesus sepanjang hidup-Nya.

Di tengah tantangan dan ancaman dunia, Rosario menjadi benteng doa yang membawa damai, harapan, dan kekuatan iman.

Penulis : Tim
Editor : Redaksi

Berita Terkait

Konser Musik Rohani di Aula Paroki Nita Menggugah Iman, Tiket Ludes dalam Sekejap
Begini Kondisi Paus Fransiskus Terkini
Nyanyian Malam Kudus Hentikan Perang di Malam Natal
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:08 WITA

Mengapa Gereja Menghormati Maria Secara Khusus di Bulan Mei dan Oktober?

Sabtu, 7 Juni 2025 - 12:40 WITA

Konser Musik Rohani di Aula Paroki Nita Menggugah Iman, Tiket Ludes dalam Sekejap

Minggu, 23 Februari 2025 - 03:22 WITA

Begini Kondisi Paus Fransiskus Terkini

Rabu, 18 Desember 2024 - 05:41 WITA

Nyanyian Malam Kudus Hentikan Perang di Malam Natal

Berita Terbaru

Opini

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:44 WITA