Selain itu, pihaknya juga memberi Pembekalan untuk Pendamping Lapangan, guna memastikan pelaksanaan KKN berjalan tertib dan sesuai tujuan.
Ketua STPM Santa Ursula Yulita Eme, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk perwujudan misi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui KKN, mahasiswa belajar dan juga berbagi bersama masyarakat darjuga merupakan wujud kemitraan nyata dengan masyarakat.
Ini juga menjadi wujud nyata dari kemitraan antara Perguruan Tinggi, Pemda, dan masyarakat desa dalam mendorong pembangunan wilayah, khususnya di NTT.
Yulita berharap mahasiswa dapat membentuk karakter yang peduli dan bertanggung jawab terhadap pembangunan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Harapannya agar mahasiswa tetap menjaga nama baik STPM St. Ursula selama kegiatan KKN di desa sasaran masing-masing seturut semboyan serviam.
“Anda adalah duta serviam, yang akan turun ke desa-desa” Tegasnya.
Sementara Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda dalam sambutannya mengaku bahagia ketika pertama kali hadir di STPM St. Ursula.
Kata Bupati, moto STPM St. Ursula yang dikenal dengan Serviam, sepadan dengan moto dirinya bersama Wakil Bupati dalam membangun Kabupaten Ende yakni Serviam yang berarti semangat melayani. Ungkapan Bupati tersebut kemudian disambut meriah oleh mahasiswa.
Bupati mengingatkan mahasiswa harus mampu memahami paradigma berpikir masyarakat di Desa agar dapat mendorong dan menciptakan perubahan.
Kata dia, Pemkab Ende akan berkolaborasi dan siap mendukung STPM St. Ursula dalam upaya pembangunan masyarakat desa.
Kegiatan ini diakhiri engan pengalungan tanda pengenal kepada peserta secara simbolik oleh Bupati Ende didampingi Ketua STPM St. Ursula.
Turut hadir dalam kegiatan, Kadis PMD Kabupaten Ende, Ketua Yayasan Nusa Taruna Bakti serta segenap dosen STPM St.Ursula.
Penulis : Fidel Dari
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







