ENDE,NARASINTT.COM— Bupati Kabupaten Ende, Yoseph Benediktus Badeoda membeberkan sejumlah temuan mengejutkan saat melakukan Sidak di RSUD Ende usai melonjaknya jumlah pasien belakangan ini.
Temuan berupa kondisi infrastruktur pendukung operasional RSUD menjadi faktor utama yang berdampak pada kualitas layanan dari Rumah Sakit plat merah tersebut.
Badeoda yang ditemui di rumah jabatannya, pada Jumat pagi (24/07/2027) mengaku khawatir atas kondisi RSUD Ende.
Kata dia, kondisi utama ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak layak lantaran sempit dan tidak ada batasan privasi pasien serta kekurangan tempat tidur pasien.
Selain itu, juga aset terbengkalai yakni ruangan lantai dua bekas ruang perawatan pasien COVID-19 yang ditemukan dalam kondisi kosong, mangkrak, dan mengalami kebocoran di banyak titik.
Kondisi ini diperparah dengan buruknya Sanitasi yakni Kamar mandi dan toilet RSUD yang dalam kondisi rusak berat.
Bahkan, instalasi perpipaan juga dipenuhi hama tikus terutama menuju dapur rumah sakit.
Kondisi kelistrikan juga menjadi ancaman nyata dan serius lantaran banyak kabel yang terpasang semrawut dan tanpa ketersediaan teknisi standby harian yang memadai, serta sistem administrasi dan kasir yang masih manual.
“Ini kalau listriknya mati, ini gawat ini dan tidak ada orang atau tukang listrik yang siaga setiap hari dan orang yang standby untuk perbaikan toilet ” Ungkap Bupati.
Selain masalah fisik, Bupati juga menyoroti kondisi kerja staf dan para Tenaga Kesehatan yang panas karena ketiadaan pendingin udara (AC).
Kondisi ini dinilai memicu stres pada petugas sehingga berdampak pada pelayanan yang kaku dan kurang ramah kepada pasien.
Bupati juga mengungkap temuan berupa indikasi ketidaksesuaian volume pekerjaan pada fisik bangunan gedung Cathlab (Laboratorium Kateterisasi Jantung) yang turut mempengaruhi kualitas pelayanan.
Karena itu, dia menginstruksikan Renovasi Berat hingaa Reformasi total manajemen RSUD Ende yang dimulai dengan merombak ruang IGD untuk sementara agar dapat menampung pasien.
Pembentukan pengawas manajemen yang akan mendampingi dari pekerjaan renovasi awal hingga penguatan kualitas manajemen juga menjadi pekerjaan utama terkait rencana Reformasi itu.
“Manajemennya ini, yang harus dirubah total” Tegas Bupati.
Kata Bupati, hasil sidak pada Kamis (23/07/2026). tersebut menjadi pijakan utama pemerintah daerah untuk menetapkan RSUD Ende sebagai prioritas tertinggi dalam skema Perubahan Anggaran pada bulan Juli mendatang.
Langkah ini diambil bukan hanya untuk membenahi pelayanan publik yang dikeluhkan masyarakat, tetapi juga sebagai strategi tercepat Pemkab Ende dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PAD yang paling cepat dan paling bisa dicapai adalah rumah sakit,” Imbuh Bupati.
Melalui alokasi anggaran pada Perubahan APBD bulan Juli ini, Bupati optimis RSUD Ende dapat bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan yang modern, ramah, dan menjadi tulang punggung utama penerimaan PAD daerah.
Sementara, untuk mengantisipasi lonjakan pasien, pihak manajemen RSUD kini terpantau telah menyiapkan sejumlah tenda darurat di halaman RSUD.
Penulis : Fide Dari
Editor : Redaksi







