Kata Ibrahim, untuk membatasi penyebaran ASF, Distan Ende juga menetapkan beberapa langkah pengendalian.
“Kami telah menetapkan beberapa langkah pengendalian dan pencegahan yang harus segera dilaksanakan, antara lain desinfeksi massal yakni melakukan desinfeksi pada area yang terinfeksi untuk membatasi penyebaran virus ke ternak lain,” Ungkap Gadir.
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa penyakit ASF sedang melanda daerah tersebut, dan menyebabkan kekhawatiran di kalangan peternak lokal dan masyarakat.
Sementara, kematian di enam kecamatan lain seperti Kecamatan Detusoko, Ndona, Maukaro, Wewaria, Maurole, dan Ende Tengah dalam pantauan petugas kesehatan hewan.
Langah Pencegahan
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan sisa makanan rumah tangga yang mengandung unsur babi kepada ternak.
Tidak memasak pakan lokal selama minimal satu jam dan memastikan pakan tidak mengandung bahan dari babi. Serta menjaga kebersihan kandang, peralatan, dan rutin melakukan pembersihan dengan desinfektan.
Harapannya juga, agar Peternak memberi pakan berkualitas dengan suplemen yang cukup untuk menjaga kesehatan ternak mereka. Dan, tidak membeli babi atau produk olahan babi dari sumber yang tidak jelas status kesehatannya.
Selain itu juga, membatasi akses orang, barang, dan hewan ke kandang. serta mengenakan sepatu boot dan pakaian khusus jika memasuki kandang.
Dia meminta masyarakat untuk segera membuang bangkai babi dan tidak membuangnya di sembarang tempat.
Pihaknya berharap agar masyarakat, peternak, dan seluruh pihak terkait bekerja sama untuk mengendalikan wabah ASF/***
Penulis : Fidel Dari
Editor : Narasi NTT
Halaman : 1 2







