Hanya Mereka dari Pelosok yang Menulis Feature Jurnalistik di Antara Puluhan Sekolah Sumba Timur

- Penulis Berita

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta lomba didampingi para guru bersama komunitas SWARA dan Menyapa Sumba usai penyerahan penghargaan dan apresiasi atas karya feature jurnalistik FLS3N di Kantor Bupati Sumba Timur, Sabtu (2/5/2026).

Para peserta lomba didampingi para guru bersama komunitas SWARA dan Menyapa Sumba usai penyerahan penghargaan dan apresiasi atas karya feature jurnalistik FLS3N di Kantor Bupati Sumba Timur, Sabtu (2/5/2026).

WAINGAPU, NARASINTT.COM – Empat pelajar SMA/SMK dari luar kota meraih penghargaan dan apresiasi dalam lomba feature jurnalistik pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Sumba Timur. Penghargaan diserahkan dalam rangka perayaan Hari Pendidikan Nasional di Halaman Kantor Bupati Sumba Timur, Sabtu (2/5/2026).

Keempat pelajar tersebut berasal dari sekolah yang berbeda dan semuanya dari luar kota Waingapu, Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur. Mereka adalah Anjas Ndamu Namu dari SMA Negeri 1 Paberiwai (peringkat 1), Tresya Nadin Riberu dari SMA Negeri 1 Pahunga Lodu (peringkat 2), Anthonio Vhezto Mbau dari SMA Negeri 1 Haharu (peringkat 3), dan Marselyna Riwu dari SMA Negeri 1 Rindi Umalulu (peringkat 4).

Keempat peserta menulis karya feature jurnalistik bertema seni dan budaya Sumba Timur, selaras dengan tema besar FLS3N tahun ini yakni “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” dengan subtema “Seni Memperkuat Karakter.”

Lomba ini melibatkan tiga jurnalis dari Komunitas Solidaritas Wartawan Sumba (Swara) sebagai dewan juri, yakni Dionisius Umbu Ana Lodu (Dion), Junus Imanuel Hauteas (Jumal), dan Laus Markus Goti (Oris Goti). Ketiganya menilai karya para peserta yang ditantang mengangkat sudut pandang bagaimana seni dan budaya lokal menjadi laboratorium karakter nyata bagi generasi muda.

Baca Juga:  Jelang Pelantikan, Keluarga Beberkan Rencana Penyambutan Bupati dan Wabup Ende, Ada Syukuran Terpisah

Melihat antusias peserta yang hanya berjumlah empat orang dari puluhan sekolah dan ribuan pelajar di Sumba Timur, Komunitas Menyapa Sumba bersama Swara turut memberikan apresiasi khusus kepada keempat pelajar tersebut. Kedua komunitas itu juga membuka diskusi soal program pendampingan bagi sekolah-sekolah peserta, termasuk rencana pelatihan jurnalistik.

Juri Dion menyampaikan bahwa apresiasi diberikan karena keempat pelajar telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berkarya di bidang jurnalistik. “Ini bukan hanya motivasi untuk mereka, tetapi juga untuk anak-anak Sumba Timur lainnya,” ujarnya.

Dion juga menegaskan bahwa menulis feature jurnalistik bukanlah perkara mudah. Ada proses panjang yang harus dilewati. Mulai dari peliputan, penulis dituntut benar-benar mengamati dan merasakan fakta sedetail mungkin sehingga kepekaan panca indra sangat dibutuhkan.

Setelah itu, proses wawancara menuntut kemampuan memilih narasumber yang tepat dan meramu pertanyaan yang tajam. Berbeda dengan karya jurnalistik lainnya, menulis feature membutuhkan pendalaman dan internalisasi yang lebih dalam. Selain itu, kode etik jurnalistik juga harus benar-benar ditaati.

Baca Juga:  Dampak Efisiensi Anggaran, RRI Ende Pangkas Honor Tenaga Lepas

Sebagai bentuk apresiasi lanjutan, karya keempat peserta akan dipublikasikan di media online setelah melalui tahap penyuntingan. Dion menegaskan bahwa kebiasaan membaca dan menulis perlu diperkuat sejak bangku sekolah, terlebih di tengah arus globalisasi yang mendorong generasi muda lebih banyak menjadi konsumen informasi daripada produsen.

Usulan para kepala sekolah peserta lomba terkait pendampingan dan pelatihan jurnalistik disambut positif oleh Swara. “Kami tentunya membuka diri untuk berbagai rencana pendampingan, baik berupa pelatihan jurnalistik dan lainnya, tinggal dirancang dengan baik,” kata Dion.

Ketua Komunitas Menyapa Sumba, Ino, turut mengapresiasi langkah para pelajar tersebut. Menurutnya, ajang seperti ini sangat penting karena mendorong anak-anak mencintai seni dan budaya daerah sendiri sekaligus berbagi dengan orang lain. “Ajang ini bagus, apalagi mengangkat seni dan budaya daerah. Anak-anak bisa mencintai budaya dan seni daerah sendiri dan mampu berbagi dengan orang lain,” pungkasnya.

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : NarasiNTT.Com

Berita Terkait

Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende
Terkait Insiden di Ruang Paripurna, Feri Taso Klarifikasi dan Minta Maaf
IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende
Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka
Bupati Ende Imbau Warga Pulang ke Rumah: Pemkab Salurkan Beras Bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah
Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Peduli Korban Gempa Flores: SPPG BGN di Ende Tengah Salurkan 400 Paket Sembako​
Bantu Korban Gempa Flores di Ende, Bank NTT Salurkan 100 Paket Sembako
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:50 WITA

Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende

Jumat, 4 September 2026 - 12:10 WITA

Terkait Insiden di Ruang Paripurna, Feri Taso Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 2 September 2026 - 06:29 WITA

IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:43 WITA

Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:17 WITA

Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru

Breaking News

Dugaan Korupsi di Dinas PK Ende, Mantan Kadis Jadi Saksi

Jumat, 4 Sep 2026 - 11:36 WITA