Ende, narasintt.com – Bintang Timur Atambua (BTA), klub asal Kabupaten Belu yang dikenal dengan julukan Laskar Macan Batas, harus pulang lebih cepat dari gelaran El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende setelah tampil jauh di bawah performa terbaiknya di Stadion Marilonga.
Harapan tinggi yang dibawa sebagai juara bertahan El Tari Memorial Cup (ETMC XXXIII) seakan hilang tak berbekas.
Dari tiga laga fase grup, tim milik Fary Francis ini hanya mampu mengoleksi satu poin, hasil dari dua kekalahan dan satu hasil imbang.
Bintang Timur Atambua membuka perjalanan di Grup F dengan hasil kurang meyakinkan.
Melawan PS Malaka, Alberto Soares dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang 0-0.
Alih-alih bangkit, situasi makin sulit di laga kedua.
Menghadapi Persewa Waingapu, Bintang Timur Atambua harus menelan kekalahan 1-3, meski sempat menunjukkan perlawanan.
Laga penentuan melawan Persamba Manggarai Barat, Jumat (21/11/2025) malam, menjadi titik akhir.
Lagi-lagi Bintang Timur Atambua tumbang dengan skor 1-3, yang memastikan mereka tersingkir dari babak penyisihan grup.
Sepanjang tiga pertandingan, penampilan garang yang biasa ditunjukkan Alberto Soares, Crespo Hale, dan para senior lainnya nyaris tak terlihat.
Mereka hanya mampu mencetak dua gol dan harus puas berada di posisi juru kunci Grup F.
Padahal, sejak menanjaknya performa Bintang Timur Atambua pada ETMC XXXII di Rote Ndao hingga menjadi juara di ETMC XXXIII, publik berharap banyak agar Macan Batas kembali menggigit di Marilonga.
Jauh sebelum laga, pelatih bertangan dingin Lodovikus Lodi Mau sudah membaca bahwa Grup F bukan grup mudah.
“Untuk tahun ini kita belum tahu kekuatan tim karena belum ada yang bermain. Setiap tim pasti punya target lolos fase grup, begitu juga kita. Semua tim kuat dan sudah siap,” kata Lodovik, Sabtu (8/11/2025) sehari sebelumn kick off El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende.
Ia menilai, Persamba, Persewa, dan PS Malaka memiliki kualitas pemain mumpuni, bahkan beberapa diperkuat pemain dari luar daerah.
“Menurut saya ini grup berat, setiap lawan punya kekuatan,” ujarnya.
Derby daratan Timor antara Bintang Timur Atambua vs PS Malaka pun seharusnya menjadi laga penuh gengsi, namun tak cukup untuk membantu BTA meraih tiket lolos.
Meski tidak sesumbar, Lodovik saat itu optimistis timnya mampu keluar dari fase grup dan melangkah ke sistem gugur.
Namun kenyataan berkata lain. Musim ini, komposisi skuad BTA mengalami banyak perubahan.
Beberapa pemain kunci yang membantu menjuarai ETMC XXXIII kini sudah menjadi anggota TNI dan bertugas di luar Atambua. Sebagian lainnya sedang mengikuti seleksi TNI di Bali dan beberapa pemain berhalangan.
Meski demikian, Lodovik masih membawa tujuh pemain senior, termasuk nama besar Alberto Soares.
Namun perubahan komposisi tersebut tampaknya berdampak signifikan pada soliditas permainan tim dan terpaksa harus meninggalkan Marilonga lebih dini.
Penulis: Tim
Editor: Redaksi







