ENDE, NARASI NTT.COM – Tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende 2025, Perse Ende, menghadapi tekanan besar usai menelan kekalahan 1 – 2 dari Citra Bakti Ngada (CBN) pada laga perdana Grup A di Stadion Marilonga.
Kekalahan itu menempatkan Laskar Kelimutu di dasar klasemen bersama Sergio Malaka FC yang juga kalah dari BMU Alor dengan skor yang sama.
Meski begitu, peluang Perse Ende untuk bangkit masih terbuka lebar. Tim besutan Zulvin Zamrun ini, masih menyisakan dua pertandingan melawan BMU Alor dan Sergio Malaka FC.
Dua laga tersebut menjadi partai penting yang akan menentukan nasib mereka di fase grup.
Kekalahan dari CBN menorehkan catatan pahit karena untuk pertama kalinya Perse Ende kalah di kandang sendiri dalam laga resmi ETMC.
Hasil ini juga memperpanjang rekor impresif Citra Bakti Ngada yang belum pernah kalah dalam waktu normal sejak debutnya di ETMC Kupang, Maret 2025 lalu.
Fakta menarik, sinyal kekuatan CBN sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum turnamen dimulai.
Dalam laga uji coba jelang ETMC edisi ke-33 di Ende, CBN sukses menundukkan Perse Ende dengan skor 4–2. Hasil itu seolah menjadi pertanda bahwa CBN adalah tim yang cukup matang meski baru.
Kini fokus utama Perse Ende beralih ke BMU Alor. Tim asal Nusa Kenari itu datang dengan modal kemenangan 2 – 1 atas Sergio Malaka FC di laga pembuka.
Secara kolektivitas, BMU Alor dinilai lebih solid karena sebagian besar pemainnya sudah lama bermain bersama di bawah pembinaan klub yang sama.
Bagi Perse Ende, pertemuan dengan BMU Alor ada cerita menarik. Di ETMC 32 Rote Ndao tahun 2023, Perse Ende harus angkat koper lebih awal setelah disingkirkan BMU Alor dengan skor 0 – 2 di babak 16 besar.
Kekalahan itu mengejutkan, apalagi saat itu BMU berstatus tim debutan sementara Perse berstatus juara bertahan.
Namun di ETMC 33 Kupang Maret 2025, Perse Ende berhasil membalas dendam.
Dalam laga yang berlangsung ketat, Perse menang tipis 3 – 2 dan membuat BMU Alor tersingkir di fase grup. Rekor pertemuan keduanya kini imbang, satu kali menang dan satu kali kalah.
Head-to-head yang seimbang itu menambah panas duel antara dua tim yang sama-sama punya ambisi besar.
BMU datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengantongi tiga poin, sementara Perse Ende harus memperbaiki kekompakan antarlini.
Kolektivitas menjadi pekerjaan rumah besar bagi Perse yang mengandalkan kombinasi pemain rekrutmen dan potensi lokal.
Secara individu, pemain-pemain Perse Ende sebenarnya memiliki kualitas mumpuni.
Namun pola serangan yang terlalu bergantung pada kecepatan sayap membuat permainan mereka mudah terbaca.
Jika BMU mampu menguasai lini tengah dan memotong arus bola dari sayap, Perse harus menyiapkan skema alternatif agar tak kehilangan ritme/****
Penulis : Tim
Editor : Redaksi







