Dua ASN di Sumba Timur Ajukan Keberatan atas Demosi, Soroti Dugaan Pelanggaran Sistem Merit

- Penulis Berita

Senin, 27 April 2026 - 17:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua ASN mengajukan keberatan demosi di Kantor Bupati Sumba Timur, Senin (27/4/2026).

Dua ASN mengajukan keberatan demosi di Kantor Bupati Sumba Timur, Senin (27/4/2026).

WAINGAPU, NARASINTT.COM – Keputusan penurunan jabatan terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumba Timur menuai sorotan. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip sistem merit, mengingat keduanya mengaku memiliki rekam jejak kinerja baik hingga sangat baik dan tidak pernah dijatuhi sanksi disiplin.

Dua ASN tersebut, Oktavianus Takanjanji dan Nanga Ranja Ruwa, resmi mengajukan keberatan kepada Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, serta DPRD Kabupaten Sumba Timur, pada Senin (27/4/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Otonomi Daerah.

Pengajuan keberatan dilakukan usai apel, namun karena bupati tidak berada di tempat, berkas tersebut diserahkan kepada petugas sekretariat di ruang tunggu menuju ruang kerja bupati.

Baca Juga:  Bupati Ende Imbau Warga Pulang ke Rumah: Pemkab Salurkan Beras Bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah

Kepada awak media, Nangga Raja Ruwa menjelaskan bahwa dirinya bersama rekannya mengalami demosi ke jabatan yang setingkat lebih rendah pasca pelantikan pejabat struktural pada 21 April 2026.

“Kami menyampaikan keberatan karena ditempatkan pada jabatan yang lebih rendah dari sebelumnya, tanpa penjelasan yang objektif,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut patut diduga tidak sejalan dengan prinsip manajemen ASN yang mensyaratkan setiap keputusan berbasis pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan objektif.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan aturan kelas jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, posisi baru yang mereka tempati berada pada level yang lebih rendah, sehingga berdampak langsung terhadap penghasilan dan tunjangan jabatan.

Baca Juga:  Kapolres Sikka, Operasi Miras Bukan Kriminalisasi Budaya, Tapi Penegakan Hukum dan Perlindungan Masyarakat

Lebih lanjut, Nanga menegaskan bahwa selama menjadi ASN, dirinya tidak pernah menjalani pemeriksaan ataupun dijatuhi hukuman disiplin, baik sedang maupun berat.

Selain itu, dalam kurun waktu 2023 hingga 2025, dirinya bersama Oktavianus Takanjanji mencatatkan penilaian kinerja dengan predikat baik bahkan sangat baik.

Atas dasar itu, mereka menilai keputusan demosi yang diterima tidak memiliki dasar objektif yang kuat dan berpotensi bertentangan dengan prinsip keadilan dalam tata kelola ASN. Keduanya berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dapat memberikan penjelasan yang transparan dan rasional terkait dasar pengambilan keputusan tersebut.

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 387 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru