Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, menambahkan bahwa untuk memenangkan hati rakyat di era digital ini, kader tidak bisa lagi bekerja secara konvensional.
Yunus membeberkan empat indikator kinerja yang menjadi rapor bagi setiap pengurus: Elektoral, Organisasi,Komunikasi Publik dan Tata Kelola.
Sementara itu, tokoh nasional Dr. Andreas Hugo Pareira yang juga ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi memberikan pesan ideologis yang mendalam.
Ia mengingatkan bahwa Ende bukan sekadar wilayah administratif, melainkan “Bumi Rahim Pancasila” yang harus dijaga martabat politiknya.
“Mengurus PDI Perjuangan di Ende berarti menjaga warisan api perjuangan Bung Karno. Kedisiplinan kita dalam berorganisasi adalah cermin kedisiplinan kita dalam menjaga negara,” tegas Andreas di hadapan ratusan kader.
Kegiatan di Ende ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi marathon DPP PDI Perjuangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Setelah Ende, tim dikabarkan akan melanjutkan agenda serupa ke kabupaten-kabupaten tetangga seperti Nagekeo, Sikka, hingga Lembata untuk memastikan seluruh daratan Flores tetap menjadi basis merah yang solid.
Langkah strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa PDI Perjuangan tidak ingin kehilangan momentum untuk memastikan kemenangan total dalam Pileg dan Pilkada mendatang di Kabupaten Ende/***
Penulis : Fide Dari
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







