AHP dalam sambutannya menyampaikan jumlah kuota KIP Kuliah Aspirasi untuk kabupaten Ende menurun sebab dia tidak lagi menjadi anggota komisi pendidikan.
Selain itu, kata AHP dampak dari Efisiensi Anggaran oleh pemerintah pusat juga mempengaruhi jumlah kuota beasiswa tersebut.
Dia mengingatkan mahasiswa untuk mempertahankan prestasi akademik dan terus belajar meningkatkan kemampuan pribadi demi masa depan yang cerah.
AHP juga menyampaikan sertifikat KIP Kuliah Aspirasi dapat membantu para mahasiswa kelak jika telah menyelesaikan studinya.
Sementara, salah seorang penerima beasiswa dari STPM St. Ursula, Lusia Putri Niela Domas mengaku bersyukur dan berjanji memanfaatkannya sebaik mungkin.
“Saya berterima sekali kepada bapa Andreas Hugo Parera yang sudah sangat membantu saya dan keluarga untuk biaya perkuliahan” Katanya.
Lusia juga mengaku bahwa, sudah menerima uang beasiswa sebesar Rp.8.800000 (delapan juta delapan ratus ribu rupiah) di awal semester 1.
“Saya sudah terima delapan juta delapan ratus. Yang masuk rekening saya, 4 juta 800, untuk biaya hidup dan 4 juta lagi ke rekening kampus untuk biaya kuliah” Imbuh Lusia.
Turut hadir saat itu, Pengurus DPC PDIP Ende, Anggota DPRD Ende dari PDIP serta orangtua mahasiswa penerima beasiswa. /***
Penulis : Fidel Dari
Editor : Narasi NTT
Halaman : 1 2







