Ende,narasintt.com- Sebanyak 808 Ekor ternak babi milik warga di Kabupaten Ende NTT, mati mendadak.
Kendati demikian, PLT Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Ibrahim G. Dean melalui sambungan telepon, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian apakah sebagai akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF).
“Sampai hari ini kita belum bisa memastikan penyebab kematian ternak babi di Ende. Saat ini kami sedang di Desa Wolotolo untuk mengambil sampel yang akan dikirimkan ke Denpasar untuk dilakukan uji laboratorium”,Tutur Dean saat media menghubunginya. Kamis (13/02/2025).
Kata Dean, data kematian ternak benilai ekonomis tersebut berasal dari laporan kematian ternak yang berasal dari enam kecamatan. Dan jumlah kematian terbanyak berasal dari kecamatan Wewaria
Adapun, Kecamatan Wewaria menempati mencatatkan jumlah kematian babi terbanyak yang mencapai 249 ekor. Disusul Kecamatan Maukaro sebanyak 196 ekor, Detusoko 145 ekor, Kecamatan Maurole 112 ekor Kecamatan Ndona 82 ekor dan Kecamatan Wolowaru 14 ekor
Lanjutnya, sebagian besar ternak babi itu awalnya mengalami demam hingga nafsu makan menurun.
Sambil menunggu kepastian penyebab dari kematian ternak babi dari Balai Besar Veteriner Denpasar, dia menghimbau agar peternak babi dapat melakukan sanitasi kandang.
“Untuk sementara ini kita minta para peternak untuk selalu membersihkan kandang ternaknya”,imbuh Ibrahim/***
Penulis : Fidel Dari
Editor : Narasi NTT







