800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

- Penulis Berita

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASINTT. COM, ENDE- Warga Loworongga, Desa Nila, Kecamatan Ndona, hingga kini belum menikmati fasilitas listrik PLN.

Ketiadaan akses jalan raya menuju lokasi menjadi alasan utama belum masuknya jaringan penerangan ke wilayah tersebut.

​Padahal, titik akhir jaringan listrik PLN di Dusun Leke, Desa Kekasewa hanya berjarak sekitar 800 meter dari Dusun Loworongga, Desa Nila.

Petugas PLN pun telah melakukan survei lapangan beberapa tahun lalu dan mencatat kebutuhan penyambungan jaringan hanya memerlukan 18 tiang listrik.

​Terkait kendala transportasi material akibat belum adanya akses jalan, masyarakat menegaskan siap bergotong-royong memikul sendiri 18 tiang listrik dari Desa Kekasewa menuju pemukiman mereka.

Baca Juga:  Jalur Selatan Ndona Terancam Putus Total, Ambulans Nyaris Masuk Jurang Saat Bawa Nakes ke Wolokota

Selain itu, warga sudah merelakan lahan perkebunan mereka untuk dilalui jaringan listrik saat musyawarah bersama.

​”Kalau kendalanya mobil tidak bisa masuk karena belum ada jalan, kami siap gotong-royong pikul tiang-tiang itu sampai lokasi. Yang penting listrik bisa masuk,” ujar Muhammad Subandi, Tokoh Adat Loworongga. Jumat (23/10/2026)

Subandi juga menyatakan siap jika harus menggunakan perahu motor untuk distribusi tiang listrik ke wilayah mereka.

“Kalau muat dengan motor laut juga kami siap pikul, Seperti yang saya omong, asal listrik bisa masuk” Tegasnya.

Baca Juga:  Aksi Sosial, Kapolsek Ndona Bagi Sembako, Warga; Kami Rasa Dekat Dengan Polisi

Harapan untuk dapat menikmati jaringan Listrik tersebut juga sudah mereka surati langsung pihak PLN ENDE beberapa waktu lalu.

​Ketiadaan aliran listrik ini, berdampak langsung pada anak-anak yang harus belajar di bawah remang lampu pelita. Selain itu, kondisi ini juga melumpuhkan potensi ekonomi lokal serta membatasi aktivitas warga pada malam hari.

​Subandi berharap Pemerintah Kabupaten Ende dan PT PLN (Persero) ULP Ende segera merealisasikan penyambungan 18 tiang tersebut.

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Alumni AAP/STPM Santa Ursula Ende di Timor-Leste Gelar Misa Arwah dan Ziarah Kenang Sr. Ferdinanda Ngao, OSU​
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru