AMAN Nusa Bunga Sebut Penggusuran Oleh PT. Krisrama di Nangahale Brutal dan Tidak Manusiawi

- Penulis Berita

Kamis, 23 Januari 2025 - 15:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret saat alat berat menggusur rumah masyarakat adat di Nangahale, Sikka NTT/ Sumber: SW

Potret saat alat berat menggusur rumah masyarakat adat di Nangahale, Sikka NTT/ Sumber: SW

Sikka,narasintt.com- Sebanyak 120 unit rumah serta ratusan tanaman milik Masyarakat Adat Suku Soge Natarmage dan Goban Tana Ai di Nangahale, Sikka NTT, ambruk karena penggusuran alat berat milik PT. Kristus Raja Maumere (Krisrama).

Penggusuran tersebut terjadi pada Rabu (22/1/2025) dan di duga melibatkan sejumlah preman serta aparat keamanan setempat.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melalui prees release kepada narasintt.com, Kamis (23/05/2025) menyebutnya sebagai aksi brutal dan tidak manusiawi.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Dua Terduga Pengedar Narkoba di Sikka NTT

Menurut Ketua Pelaksana Harian AMAN Wilayah Nusa Bunga Maximilianus Herson Loi, hal itu bukan tanpa alasan, sebab pengelola PT Krisrama adalah kaum Klerus (kaum tertabis) yang bertugas melanjutkan pelayanan Kristus untuk keselamatan umat manusia, termasuk mewartakan cinta kasih.

“Keselamatan manusia harus di lihat dari kaca mata yang kompleks. Dia tidak hanya soal diri pribadi manusia tetapi juga termasuk harta milik. Jadi Klerus jangan datang menggusur rumah dan tanaman milik umat. Seharusnya Klerus harus tampil sebagai pelindung umatnya dari ancaman penggusuran dan kriminalisasi” ungkapnya

Baca Juga:  HUT ke 80 POMAD, Kapten Stefanus Ajak Masyarakat Kawal Disiplin TNI AD

Kata dia, berkaca dari peristiwa penggusuran oleh PT. Krisrama di Nangahale, sejatinya tindakan tersebut tidak mencerminkan jati diri kaum Klerus. Jika melihat nama dan mayoritas pengelola di PT. Krisrama, mestinya tindakan penggusuran ini tidak terjadi.

Penulis : Narasi NTT

Editor : Narasi NTT

Sumber Berita : Press Release

Berita Terkait

Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende
Terkait Insiden di Ruang Paripurna, Feri Taso Klarifikasi dan Minta Maaf
IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende
Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka
Bupati Ende Imbau Warga Pulang ke Rumah: Pemkab Salurkan Beras Bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah
Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores
Peduli Korban Gempa Flores: SPPG BGN di Ende Tengah Salurkan 400 Paket Sembako​
Bantu Korban Gempa Flores di Ende, Bank NTT Salurkan 100 Paket Sembako
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:50 WITA

Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende

Jumat, 4 September 2026 - 12:10 WITA

Terkait Insiden di Ruang Paripurna, Feri Taso Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 2 September 2026 - 06:29 WITA

IKPI dan KADIN NTT Salurkan Bantuan Sembako SertaTarpal Bagi Warga Terdampak Gempa di Ende

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:43 WITA

Dinas PUPR Lakukan Pembersihan, Jalur Reka Wolokota Kembali Terbuka

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:17 WITA

Satlantas Polres Ende Hadirkan Air Minum Bersih Bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru

Breaking News

Dugaan Korupsi di Dinas PK Ende, Mantan Kadis Jadi Saksi

Jumat, 4 Sep 2026 - 11:36 WITA