Menurutnya, hampir semua fraksi di DPRD Sikka telah menggugat persoalan ini, bahkan rapat kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) telah dilakukan, namun pemerintah terkesan berat untuk mengeksekusi rekomendasi yang ada.
“Saya kira hampir semua fraksi menggugat soal ini. Rapat kerja, RDP juga sudah dilakukan, namun pemerintah berat sekali mengeksekusi,” tegasnya.
Stef Say menambahkan bahwa DPRD Sikka hampir satu suara meminta pembenahan manajemen RSUD secara menyeluruh, mulai dari direktur, kesekretariatan, hingga fungsional pada unit-unit pelayanan.
Ia bahkan menyebutkan bahwa DPRD meminta adanya perombakan total. “DPRD hampir bulat suara minta benahi managemen dari direktur, kesekretariatan maupun fungsional pada unit-unit pelayanan pelayanan, rombak total.” Jelasnya.
Lanjut dia, desakan ini telah disampaikan oleh DPRD sejak lama, bahkan sejak terjadinya peristiwa meninggalnya pasien karena usus buntu, serta kasus ibu melahirkan yang meninggal di Beru dan Hewokloang.
“Ini DPRD sampaikan sejak peristiwa orang meninggal karena usus buntu, kemudian, ibu melahirkan mati di Beru dan Hewokloang, jadi sudah cukup lama masalah ini ada,” Imbuhnya.
Penulis : Irma Rosse
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







