Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were

- Penulis Berita

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sr. Yosefina Itu, OSU; Dosen STPM Santa Ursula Ende, Mahasiswi Doktoral Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta.

Di tengah riuh wacana pendidikan nasional tentang kurikulum yang terus berganti, asesmen yang makin kompleks, dan peringkat yang kerap dijadikan tolok ukur, kita sering lupa pada satu kenyataan sederhana: pendidikan sejatinya tumbuh dan bertahan justru di ruang-ruang yang sunyi.

Baca Juga:  Pembangunan Berkelanjutan atau Eksploitasi Terselubung?

Di desa-desa, di wilayah pinggiran, di sekolah-sekolah yang bekerja dengan segala keterbatasan, namun setia menjaga api belajar agar tidak padam.

SDI Malamude Were, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada NTT, adalah salah satu ruang sunyi itu.

Lima puluh tahun keberadaannya bukan sekadar angka usia, melainkan kisah panjang tentang kehadiran, ketekunan, dan kesetiaan.

Pesta Emas sekolah ini patut dibaca bukan hanya sebagai perayaan, melainkan sebagai ruang refleksi tentang makna pendidikan itu sendiri.

Filsuf Socrates pernah berkata, “Hidup yang tidak direfleksikan tidak layak dihidupi.” Pesan ini terasa sangat relevan bagi dunia pendidikan.

Baca Juga:  Bawaslu Ende Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja Untuk PKD Yang Meninggal

Sekolah, seperti halnya manusia, perlu sesekali berhenti dan bertanya: untuk siapa ia hadir, nilai apa yang ia rawat, dan dampak apa yang ia tinggalkan bagi masyarakat sekitarnya.

Berita Terkait

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Ende dan Cermin Retak Kemanusiaan Kita
Berita ini 274 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Berita Terbaru

Jajaran Bawaslu Ende Saat Audiens Bersama Bupati Ende/ foto: Fide Dari

Daerah

Resmi Berstatus Satker Bawaslu Ende Siap Tempati Kantor Baru

Senin, 29 Jun 2026 - 11:56 WITA