Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were

- Penulis Berita

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika akses terbatas dan kehadiran negara terasa minimal, sekolah justru menjadi wajah paling nyata dari negara di tingkat lokal.

Namun sayangnya, peran sosial yang sangat penting ini jarang tercermin dalam cara kita menilai keberhasilan pendidikan. Sekolah lebih sering diukur dari capaian akademik, bukan dari ketekunannya menjaga kehidupan sosial komunitas agar tetap utuh.

Kisah Ruang Singgah yang Membentuk Kesadaran

Bagi penulis, SDI Malamude Were bukan sekadar objek refleksi, melainkan bagian dari perjalanan hidup. Pada tahun 1985, ketika penulis menjadi siswi SMP Negeri Golewa Were angkatan ke-3, keterbatasan sarana membuat proses pembelajaran selama satu tahun harus dilakukan dengan memanfaatkan gedung SDI Malamude Were.

Baca Juga:  Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Gedung itu menjadi ruang singgah pendidikan. Tempat kami belajar, bertumbuh, dan perlahan menata masa depan. Ia sederhana, tanpa fasilitas mewah, namun penuh makna.

Dari pengalaman itulah penulis belajar bahwa pendidikan sejati tidak selalu hadir dalam bentuk yang sempurna, melainkan dalam kesediaan untuk membuka pintu dan berbagi ruang.Kisah semacam ini mungkin tidak tercatat dalam laporan kebijakan atau arsip resmi.

Baca Juga:  Pagi Gelisah, Malam Pasti: Bupati Ende Akhiri Kontroversi Nasib P3K Ende

Namun justru di sanalah letak kekuatan sosial pendidikan: pada praktik-praktik kecil yang menjaga agar proses belajar tidak terputus. SDI Malamude Were, pada masa itu, menjalankan peran pendidikan yang melampaui mandat formalnya dengan sunyi, tanpa sorotan.

Berita Terkait

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Ende dan Cermin Retak Kemanusiaan Kita
Berita ini 274 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Berita Terbaru

Jajaran Bawaslu Ende Saat Audiens Bersama Bupati Ende/ foto: Fide Dari

Daerah

Resmi Berstatus Satker Bawaslu Ende Siap Tempati Kantor Baru

Senin, 29 Jun 2026 - 11:56 WITA