Sumba Timur, narasintt.com – Di balik perbukitan kering dan angin kencang Sumba Timur, harapan baru kini menyala terang di Desa Kalamba. Untuk pertama kalinya, warga desa terpencil ini menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh, berkat hadirnya Surya Power Solusi Untuk Negeri (SuperSUN), sebuah inovasi energi bersih dari PLN.
Kamis (17/07) itu bukan hari biasa bagi masyarakat Kalamba. Anak-anak tak lagi belajar di bawah remang lampu pelita, dan ibu-ibu bisa menyiapkan makanan tanpa terburu waktu. Ketika SuperSUN dinyalakan untuk pertama kalinya, senyum dan tepuk tangan warga pecah mengiringi momen bersejarah itu.
“Sudah lama kami bermimpi bisa punya listrik seperti desa-desa lain,” ungkap Lodu Hamba May, Kepala Desa Kalamba. “Sekarang mimpi itu jadi kenyataan. Terima kasih PLN.”
SuperSUN bukan sekadar pembangkit listrik tenaga surya. Sistem ini dirancang khusus oleh PLN dan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik utama.
Selain ramah lingkungan, SuperSUN juga dilengkapi fitur pemantauan penggunaan listrik melalui aplikasi smartphone—membawa teknologi ke ujung-ujung negeri.
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono menyebut, pihanya ingin energi tidak hanya hadir di kota-kota besar, tetapi juga menyentuh setiap pelosok.
“SuperSUN adalah bukti bahwa kami serius untuk itu.”Program ini adalah hasil kerja sama antara PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba dan Puslitbang” Ungkap Eko.
Senada, Manager PLN UP2K Sumba, A. Iman Krismanto mengatakan, optimisme bahwa inovasi ini bisa diperluas ke desa-desa lain.
“Kami ingin semua desa, tak peduli seberapa terpencil, bisa merasakan terang yang sama,” ujarnya.
Malam itu, Desa Kalamba berubah. Warung kopi kecil tetap buka hingga larut malam, anak-anak duduk di depan televisi, dan suara genset tak lagi terdengar.
Listrik bukan hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka jalan baru bagi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Bagi warga Kalamba, SuperSUN bukan hanya soal teknologi. Ini tentang martabat, kesempatan, dan masa depan yang kini terlihat jauh lebih cerah/***
Penulis : Fidel Dari
Editor : Redaksi








