Ende, narasintt.com- Menanggapi ketegangan dan penggusuran yang terjadi di Jalan Irian Jaya, Superior Provincialis SVD Ende, Pater Eman Embu, SVD, secara resmi memberi penjelasan.
Sebagaimana yang dihimpun media ini, Pater Eman, menguraikan enam poin terkait itu, pada Rabu (6/05/2026). Berikut isi lengkap dari penjelasannya.
Pertama, Sebelum rumah mereka digusur, dua kali saya menemui para korban penggusuran, Ibu Sadipun dan keluarga. Pertama Kami bertemu di Ende pada 23 Februari 2026, dan yang terakhir, pada 3 Mei 2026, sehari menjelang penggusuran, kami bertemu di Maumere, karena saya lagi menjalankan tugas-tugas di Seminari Tinggi Ledalero dan di Maumere.
Dalam pertemuan-pertemuan itu kami bersama-sama mencari jalan untuk mengatasi kesulitan yang sedang mereka alami.
Kedua, Dalam pertemuan yang paling akhir di Maumere tanggal 3 Mei 2026 lalu, keluarga korban itu meminta agar ada perwakilan SVD yang hadir jika Pemda benar melakukan penggusuran.
Untuk itu, saya menugaskan dua imam SVD, yaitu Pater Raymond Lorenzo Eureka (Erik) dan Pater Yosef Meda, untuk berada bersama mereka dan meminta agar penggusuran itu ditunda dan didialogkan lagi, tetapi Pemda Ende tetap pada rencananya dan melakukan penggusuran.
Penulis : Fidel Dari
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







