Kata Ignas, kerja swadaya itu melibatkan semua warga,mosalaki dan aparat pemerintah Desa. Sebab semua merasa, khawatir dan memiliki tanggungjawab yang sama.
“Waktu kami omong bersama, semua dukung. Bahkan mosalaki juga mendukung. Karena ini jalan pemerintah sudah bangun meski belum bagus tapi kami bantu sedikit dengan swadaya biar nanti kalau lewat agak nyaman” Tuturnya, sambil mencangkul campuran semen dan pasir.
Swadaya yang lahir dari rahim kekhawatiran orang-orang desa seperti warga Desa Wolokota, bukan hanya bermakna “Kerja Gratis” tapi swadaya juga menunjukkan komitmen spirit dan keteguhan dari masyarakat di lapisan bawah sebagai motor penggerak utama demi pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Narasi NTT
Editor : Narasi NTT
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








