Gollu Poto Sumba, Ruang Sunyi di Atas Kota yang Menanti Sentuhan Serius Pengelolaan

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 21 Maret 2026 - 10:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBA BARAT, NARASINTT.COM – Di atas perbukitan sunyi di Kelurahan Soba Wawi, Kecamatan Loli, menyimpan sebuah lanskap yang tak hanya indah, tetapi juga sarat makna spiritual.

Sebuah patung Yesus berdiri dengan tangan terentang, menghadap ke arah . Dari kejauhan, pose itu menghadirkan kesan seolah sedang memberkati kota yang terhampar di bawahnya, dengan sawah hijau yang membentang di antara rumah warga dan bangunan perkantoran.

Dari titik ini, wajah kota terlihat utuh: tenang, hijau, dan terasa jauh dari hiruk-pikuk. Angin yang berembus di punggung bukit menghadirkan suasana hening, ruang yang seolah mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak, berdoa, dan merenung.

Perjalanan menuju area kaki patung menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Ratusan anak tangga yang harus dilalui perlahan mengubah langkah menjadi refleksi. Setiap pijakan menghadirkan jeda, setiap ketinggian membuka sudut pandang baru.

Baca Juga:  Empat Tahun Beruntun, Sihumas Polres Ende Sabet Penghargaan Kapolda NTT

Di bagian dasar patung, terdapat pijakan melingkar yang dihiasi lukisan bertema sejarah keselamatan. Elemen ini mempertegas identitas Gollu Poto sebagai destinasi wisata religi, sebuah tempat yang tidak hanya menawarkan panorama, tetapi juga narasi iman.

Butuh Sentuhan Tata Kelola

Dengan jarak sekitar 15 menit dari pusat kota, Gollu Poto memiliki keunggulan aksesibilitas yang jarang dimiliki destinasi perbukitan lainnya. Kombinasi antara kedekatan lokasi, nilai spiritual, dan panorama alam menjadikannya berpotensi sebagai salah satu ikon wisata religi di wilayah Sumba Barat.

Pengunjung yang datang pun merasakan hal serupa. Marce Dapa Ambo, yang ditemui di lokasi, mengaku terkesan dengan suasana yang ditawarkan. Ia menyebut tempat ini cocok untuk berdoa, refleksi, sekaligus menikmati keindahan alam dari ketinggian.

“Tempat ini tenang. Pemandangannya juga bagus sekali. Sangat cocok untuk refleksi,” ujarnya.

Baca Juga:  Aksi Kemanusiaan; Julie Laiskodat Berbagi Kasih Bersama Umat Islam di Sikka

Potensi ini membuka peluang yang lebih luas. Gollu Poto tidak hanya bisa berkembang sebagai tempat ziarah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan antara wisata, budaya, dan spiritualitas. Lanskapnya memungkinkan untuk dikembangkan sebagai titik foto, jalur meditasi, hingga wisata edukasi berbasis religi.

Di berbagai daerah lain, wisata religi terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Kehadiran pengunjung menciptakan ruang bagi tumbuhnya usaha kecil, jasa pemandu, hingga aktivitas ekonomi berbasis komunitas.

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Gollu Poto pada dasarnya telah memiliki fondasi kuat sebagai destinasi unggulan. Yang dibutuhkan kini adalah pengelolaan yang lebih terarah agar potensi tersebut tidak hanya berhenti sebagai pemandangan indah, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang utuh bagi setiap pengunjung.

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru