Menulis dari Sekolah: Upaya Kecil Menumbuhkan Jurnalis Muda di Alsiora

- Penulis Berita

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret kegiatan prlatihan Jurnalistik Oleh Persatuan Wartawan Ende di SMA Alsiora Ende.Kamis (7/8); Foto: Fidel

Potret kegiatan prlatihan Jurnalistik Oleh Persatuan Wartawan Ende di SMA Alsiora Ende.Kamis (7/8); Foto: Fidel

Bukan Sekadar Belajar Menulis

Bagi banyak siswa, ini adalah pengalaman pertama mereka mengenal dunia media.

Salah satu peserta dari kelas XII bahkan mengaku mulai memahami bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar menulis, tapi juga soal keberanian, ketekunan, dan tanggung jawab menyuarakan fakta.

Kepala sekolah SMA Swasta Alsiora yang diwakili Viktor Kota Petu, menyambut baik inisiatif ini. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter dan literasi.

“Ini bukan hanya soal jurnalistik, tapi bagaimana siswa belajar berpikir kritis, menulis dengan baik, dan berani menyampaikannya secara bertanggung jawab,” katanya.

Harapan Pengajar

Di sudut aula, Stefanus Yoakim Veko, yang adalah pengajar mata pelajaran Sejarah, memperhatikan para siswa dengan bangga.

Baca Juga:  Pice Kota, Lagu Gawi dan Air Mata Haru; Pesan Rindu Untuk Tetap Terhubung Dengan Tanah Leluhur

Baginya, pelatihan ini adalah angin segar di tengah rutinitas belajar-mengajar yang kadang terlalu teoritis.

“Kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara rutin. Ini sangat membantu siswa memahami dunia nyata, apalagi sekarang informasi begitu cepat berkembang,” ungkapnya.

Ia berharap pelatihan serupa terus digelar di masa mendatang, agar semakin banyak siswa bisa memanfaatkan kesempatan belajar langsung dari para praktisi.

Mungkin pelatihan ini hanya berlangsung sehari. Tapi siapa tahu, dari ruang kecil di Asisiora ini, akan tumbuh jurnalis masa depan yang kritis, berani, dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Karena setiap berita yang baik, lahir dari pemahaman yang jernih. Dan setiap jurnalis yang baik, pernah memulai dari ruang belajar yang sederhana, seperti hari itu di sebuah sekolah dari Kota Pancasila.

Akhir dari AwalPelatihan jurnalistik ini mungkin hanya berlangsung sehari. Tapi dampaknya bisa jauh lebih panjang.

Barangkali kelak, dari ruang aula kecil itu, akan lahir seorang jurnalis yang mengabarkan dunia dari sudut kecil yang bernama Alisiora di tengah pudarnya julukan ibukota sebagai Kota Pelajar.

Dan semua itu dimulai dari hari ini saat mereka belajar menulis dari hati, untuk menyuarakan kebenaran./***

Penulis : Redaksi Narasi NTT

Berita Terkait

Harmoni dari Kalu Tunas Baru Gereja Kristen Sumba ke-294
Derai Hujan di Puing Harapan Asra Dewi, Jurnalis Bergerak Bentuk “Koin Untuk Ende”
Pice Kota, Lagu Gawi dan Air Mata Haru; Pesan Rindu Untuk Tetap Terhubung Dengan Tanah Leluhur
Belum Merdeka, Warga Selatan Harus Bertaruh Nyawa
Luka Lucky, Luka Kita Semua
Pesan Cinta Kapolres Ende, Mengawal Semangat Kemerdekaan dari Jalan ke Hati Warga
Teriakan dari Desa Habi: Proyek Air Minum Miliaran Rupiah Gagal, Warga Merana, Jaksa Harus Segera Bertindak
SuperSUN, Sinar Harapan Baru Warga Kalamba
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:33 WITA

Harmoni dari Kalu Tunas Baru Gereja Kristen Sumba ke-294

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:34 WITA

Derai Hujan di Puing Harapan Asra Dewi, Jurnalis Bergerak Bentuk “Koin Untuk Ende”

Senin, 29 September 2025 - 16:10 WITA

Pice Kota, Lagu Gawi dan Air Mata Haru; Pesan Rindu Untuk Tetap Terhubung Dengan Tanah Leluhur

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:47 WITA

Belum Merdeka, Warga Selatan Harus Bertaruh Nyawa

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:32 WITA

Luka Lucky, Luka Kita Semua

Berita Terbaru