Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende

- Penulis Berita

Senin, 2 Februari 2026 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Putra Ende-Dr. Patrisius Kami, M.Hum. adalah dosen dan peneliti di bidang ilmu humaniora dan kebijakan publik, Universitas Aryasatya Deo Muri (UNADRI).

Rencana Pemerintah Kabupaten Ende membangun taman kota di Lapangan Pancasila dengan anggaran sekitar Rp12 miliar, memantik perdebatan lama tentang arah dan prioritas pembangunan daerah.

Proyek tersebut dipromosikan sebagai simbol kemajuan, ruang publik modern, serta instrumen peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, di balik narasi kemajuan itu, muncul pertanyaan mendasar yang patut diajukan secara jernih dan rasional: sejauh mana kebijakan ini selaras dengan visi keadilan dan pemerataan pembangunan yang diusung pemerintah daerah sendiri?

Baca Juga:  Faith In The Feed: Panggilan Kaum Muda Digital Menjadi Arsitek Damai

Visi Pemerintah Kabupaten Ende di bawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda, S.H., M.H dan Wabup dr.drg. Dominikus Minggu, M.Kes. , yakni “Terwujudnya Kabupaten Ende yang Maju dan Berdaya Saing Berbasis Kearifan Lokal Ende Lio Nage Sare Pawe”, menempatkan kemajuan dan daya saing dalam kerangka kebudayaan serta keadilan sosial.

Baca Juga:  TP2D Sebut Pasokan Normal, Antrian Belum Mereda dan Harga Eceran Meningkat; Disperindag Diminta Turun Tangan

Visi ini dipertegas dalam Misi IV: “Mewujudkan konektivitas antar wilayah yang didukung oleh penyediaan sarana dan prasarana yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.”

Pada tataran dokumen, visi dan misi tersebut tampak komprehensif dan normatif. Namun, persoalan pembangunan tidak berhenti pada rumusan, melainkan pada pilihan kebijakan yang konkret dan terukur.

Berita Terkait

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Ende dan Cermin Retak Kemanusiaan Kita
Berita ini 276 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Berita Terbaru

Jajaran Bawaslu Ende Saat Audiens Bersama Bupati Ende/ foto: Fide Dari

Daerah

Resmi Berstatus Satker Bawaslu Ende Siap Tempati Kantor Baru

Senin, 29 Jun 2026 - 11:56 WITA