Oleh: Dr. Patrisius Kami, M.Hum.Dosen Universitas Aryasatya Deo Muri (UNADRI-Kupang)
OPINI-NARASINTT.COM-Setiap zaman memiliki medan uji bagi kewarasan publiknya. Zaman kita diuji bukan oleh kekurangan informasi, melainkan oleh kelimpahannya.
Kita hidup di masa ketika kabar datang seperti hujan deras tanpa jeda, tanpa saringan alami, dan sering kali tanpa arah. Dalam situasi seperti ini, pers harus hadir sebagai penjernih suara bukan sebaliknya sebagai penambah kebisingan di ruang publik.
Hari Pers Nasional 2026 menjadi momen penting untuk merenungkan kembali: masihkah pers menjadi cahaya penuntun, atau perlahan ikut terseret arus yang sama derasnya dengan media sosial?
Media sosial telah mengubah lanskap informasi secara radikal. Dulu, berita menempuh perjalanan dari peristiwa ke redaksi, dari redaksi ke publik. Kini, peristiwa bisa langsung meloncat ke layar gawai jutaan orang, bahkan sebelum fakta sempat dipastikan.
Kecepatan mengalahkan ketepatan. Reaksi mendahului verifikasi. Yang viral sering kali lebih dipercaya daripada yang benar.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya







