808 Ternak Babi Mati, Distan Ende Belum Pastikan Penyebabnya dan Kirim Sampel

- Penulis Berita

Kamis, 13 Februari 2025 - 04:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ternak Babi/ Sumber: Istimewa

Ilustrasi Ternak Babi/ Sumber: Istimewa

Ende,narasintt.com- Sebanyak 808 Ekor ternak babi milik warga di Kabupaten Ende NTT, mati mendadak.

Kendati demikian, PLT Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Ibrahim G. Dean melalui sambungan telepon, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian apakah sebagai akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF).

“Sampai hari ini kita belum bisa memastikan penyebab kematian ternak babi di Ende. Saat ini kami sedang di Desa Wolotolo untuk mengambil sampel yang akan dikirimkan ke Denpasar untuk dilakukan uji laboratorium”,Tutur Dean saat media menghubunginya. Kamis (13/02/2025).

Baca Juga:  Demo di Kejari Ende; PMKRI Sentil Penyelesaian Sejumlah Dugaan Kasus Korupsi

Kata Dean, data kematian ternak benilai ekonomis tersebut berasal dari laporan kematian ternak yang berasal dari enam kecamatan. Dan jumlah kematian terbanyak berasal dari kecamatan Wewaria

Adapun, Kecamatan Wewaria menempati mencatatkan jumlah kematian babi terbanyak yang mencapai 249 ekor. Disusul Kecamatan Maukaro sebanyak 196 ekor, Detusoko 145 ekor, Kecamatan Maurole 112 ekor Kecamatan Ndona 82 ekor dan Kecamatan Wolowaru 14 ekor

Baca Juga:  Terisolasi 17 KM dan Jalur Ekstrem, Warga Desa Waka Sampaikan Apresiasi Tinggi Bantuan PKB Ende

Lanjutnya, sebagian besar ternak babi itu awalnya mengalami demam hingga nafsu makan menurun.

Sambil menunggu kepastian penyebab dari kematian ternak babi dari Balai Besar Veteriner Denpasar, dia menghimbau agar peternak babi dapat melakukan sanitasi kandang.

“Untuk sementara ini kita minta para peternak untuk selalu membersihkan kandang ternaknya”,imbuh Ibrahim/***

Penulis : Fidel Dari

Editor : Narasi NTT

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 342 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru