Ya, mantan memang kerap menggores terlalu dalam kenangan dan akhirnya apa yang terjadi: riuh suara gembala hilang terbawa angin.
Hukum Positif dan kunjungan ke Betlehem cumalah rutinitas yang selalu bikin gerah oleh bau tengik ternak dan para gembala yang jarang mandi.
Lalu, sesederhana itukah YUBILEUM dengan tema yang sangat indah “Peziarah Harapan”?
Apakah Yubileum, yang berasal dari perayaan Tahun Yobel dalam tradisi Yahudi (Yobel dalam Bahasa Ibrani: tanduk domba Jantan) dengan kekhasan sosiopolitis (Membebaskan para budak), Sosio-ekonomis (Semua Harta Warisan yang dijual DIKEMBALIKAN kepada keluarga asli), dan Sosiokosmik (tanah tidak boleh digarap) hanyalah gagah-gagahan ala Herodes: “pulanglah ke sini dan beritahukan kepadaku dan nanti aku juga pergi menyembahNya”?
Apakah “membuka” Pintu Suci sama artinya dengan mengangakan mulut Bulldozer, menyeruduk tanpa ampun?
Apakah mengampuni 70 kali 7 kali, yang selalu berarti tanpa batas, tanpa dinding, tanpa perhitungan sama artinya dengan “membiarkan orang berteriak ampun ya ampun berkali-kali di hadapan Bulldozer ”?
Penulis : Pater Charles Beraf SVD, Pastor Paroki Detukeli Ende
Editor : Narasi NTT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







