Yubileum, Nangahale dan Bulldozer Pongah

- Penulis Berita

Selasa, 28 Januari 2025 - 02:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Nangahale, Sikka NTT Menangis di tengah Penggusuran oleh Pt. Krisrama/Sumber:NN

Warga Nangahale, Sikka NTT Menangis di tengah Penggusuran oleh Pt. Krisrama/Sumber:NN

Kalau demikian yang terjadi, maka YUBILEUM lebih tepat kita sebut tahun kepercumaan, mungkin seperti orang-orang Yahudi meniupkan terompet dari ‘tanduk domba jantan’, yang kedengaran sebentar saja lalu pergi ditelan angin.

Di Nangahale, Sikka, YUBILEUM adalah gegundahan tanpa tepi. Di Nangahale, YUBILEUM adalah pertanyaan yang selalu ditabrak dengan KEPENTINGAN. Ya, percuma bertanya. Toh, itu akhirnya sampai pada titik aporia (jalan buntu).

Baca Juga:  Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Biasanya, di hadapan kepentingan yang berkelindan dengan politik kekuasaan, dengan judul yang sangat mulia sekalipun (kata Herodes, “kamu pergi dulu, nanti setelah kamu pulang saya pergi menyembahNya”), air mata akan selalu dianggap sandiwara atau aksi makan tanah akan dilihat sebagai pencitraan.

Baca Juga:  Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Ya sesederhana itu ‘anggapan anggapan klise’ yang sekalipun tak pernah dikenal di kalangan jelata, akan dibikin seolah ada pada mereka. Malah, yang jelata bisa dianggap SAMPAH, yang harus diurus TUNTAS, tanpa sisa.

Penulis : Pater Charles Beraf SVD, Pastor Paroki Detukeli Ende

Editor : Narasi NTT

Berita Terkait

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Berita Terbaru

Jajaran Bawaslu Ende Saat Audiens Bersama Bupati Ende/ foto: Fide Dari

Daerah

Resmi Berstatus Satker Bawaslu Ende Siap Tempati Kantor Baru

Senin, 29 Jun 2026 - 11:56 WITA