ENDE,NARASI NTT.COM– Bencana abrasi kembali menghantui pesisir Kabupaten Ende.
Sebanyak empat unit rumah warga dan tembok penahan abrasi di Desa Rengamenge, Kecamatan Pulau Ende, hancur total akibat terjangan gelombang pasang yang terjadi pada Jumat siang (06/03/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.45 WITA ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang besar yang menghantam daratan secara terus-menerus.
Akibatnya, konstruksi tembok penahan yang selama ini melindungi pemukiman warga di RT 004 / RW 002 roboh, disusul ambruknya bangunan rumah yang berada tepat di bibir pantai.
Sekretaris Desa (Sekdes) Rengamenge, Samsudin, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi media. Ia menjelaskan bahwa kekuatan alam saat kejadian sulit dibendung.
”Iya, kejadiannya hari Jumat tanggal 6 Maret 2026 jam 12.45. Saat itu angin kencang dan gelombang besar sehingga menyebabkan tembok penahan abrasi roboh dan menimpa empat buah rumah warga,” ujar Samsudin.
”Harapan kami kepada Bapak Camat dan dinas terkait agar bisa menangani ini dengan cepat,” tambahnya.
Senada dengan pemerintah desa, Pengurus GP Ansor Pulau Ende, Fira Samudra, melayangkan desakan keras kepada Pemerintah Kabupaten Ende.
Ia meminta agar penanganan bencana ini menjadi prioritas utama dan dilakukan secara nyata, bukan sekadar janji administratif.
”Kami mendesak Pemda dan dinas terkait untuk cepat merespon. Berikan kepastian dan harapan yang nyata bagi korban, tanpa dibungkus dengan iming-iming belaka. Dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang sedang risau ini,” tegas Fira.
Hingga saat ini masyarakat setempat masih bergotong royong melakukan mitigasi darurat.
Dengan peralatan seadanya, warga mencoba menahan laju abrasi menggunakan susunan kayu dan batu sebagai penghalang sementara.
Namun, solusi darurat ini diprediksi tidak akan bertahan lama jika gelombang tinggi kembali menerjang.
Warga sangat menantikan kehadiran alat berat dan bantuan material permanen dari pemerintah untuk memulihkan kembali benteng pertahanan pesisir di Desa Rengamenge./****
Penulis : Tim
Editor : Redak







