Mengurai Ketergantungan pada Bantuan Sosial sebagai Gejala Struktural
Ketergantungan masyarakat pada bansos mencerminkan ketimpangan struktural yang sudah mengakar dalam sistem ekonomi Indonesia.
Bantuan sosial, terutama dalam konteks pandemi, hanyalah solusi sementara tanpa perencanaan untuk memberdayakan penerima bantuan agar mampu bertahan secara mandiri.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 10% penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan, yang menunjukkan kerentanan ekonomi yang tinggi.
Dengan demikian, bansos perlu diposisikan sebagai instrumen pemberdayaan jangka panjang, bukan sekadar bantuan darurat yang berakhir pada ketergantungan.
Analisis Ketergantungan Struktural dan Efek Sampingnya
Ketergantungan bansos tidak hanya mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja yang layak tetapi juga menandakan kurangnya strategi pembangunan yang inklusif.
Sebagai contoh, ketergantungan ini sering terjadi pada kelompok rentan seperti buruh harian lepas, petani kecil, dan pekerja informal yang menghadapi volatilitas pendapatan.
Tanpa intervensi struktural yang mendalam, seperti penyediaan infrastruktur yang mendukung kegiatan produktif, siklus kemiskinan dan ketergantungan pada bansos sulit diputuskan.







