Bansos Berkelanjutan: Dari Bantuan Sosial Ke Pemberdayaan Ekonomi

- Penulis Berita

Senin, 16 Desember 2024 - 23:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yosefina Itu (Penulis/foto;NarasiNtt.com

Yosefina Itu (Penulis/foto;NarasiNtt.com

Laporan Bank Dunia (2022) mengungkapkan bahwa dari 230 program bantuan sosial di Indonesia, 78% di antaranya memiliki komponen dan sasaran yang serupa tetapi tidak terintegrasi secara baik, sehingga efektivitasnya menurun.

Masalah ini memperlihatkan bahwa pemerintah perlu menciptakan sistem integrasi data yang solid dan memperkuat koordinasi antar lembaga. Implementasi Single Identity Number atau Nomor Identitas Tunggal, yang saat ini sedang diujicobakan di beberapa wilayah, memiliki potensi untuk mengatasi masalah ini, terutama dalam memastikan data penerima bantuan yang lebih akurat dan tepat sasaran”.

Dampak Program Tumpang Tindih terhadap Keberlanjutan Kebijakan

Program bansos yang tidak terkoordinasi menyebabkan pemborosan anggaran dan menurunkan efektivitas penyaluran bantuan.

Selain itu, penerima manfaat sering kali mengalami kebingungan dalam memahami kriteria dan mekanisme program, sehingga meningkatkan potensi ketidaktepatan sasaran. Dalam jangka panjang, inefisiensi ini menghambat pencapaian tujuan pembangunan sosial.

Membangun Ketahanan Ekonomi Jangka Panjang: Alternatif Solusi

Alih-alih hanya mengandalkan bantuan langsung, pemerintah dapat mengembangkan program cash for work atau bantuan dengan imbalan kerja bagi masyarakat penerima bansos.

Program ini tidak hanya memberikan pendapatan langsung kepada penerima bantuan tetapi juga memberdayakan mereka melalui partisipasi dalam pembangunan infrastruktur lokal.

Sebuah studi oleh BPS pada 2022 mencatat bahwa 67% dari penerima program cash for work berhasil memperoleh penghasilan tambahan dan mampu meningkatkan keterampilan dalam bidang pekerjaan tertentu.

Selain itu, pemerintah bisa menggalakkan inisiatif koperasi atau usaha bersama untuk menciptakan ekonomi yang mandiri di tingkat komunitas.

Di banyak negara seperti India dan Kenya, program serupa telah terbukti mengurangi ketergantungan pada bantuan dan meningkatkan kemandirian ekonomi lokal.

Berita Terkait

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Berita ini 219 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Berita Terbaru