Bertaruh Nyawa di Laut Selatan
Laut selatan Nusa Tenggara Timur bukanlah lautan yang ramah. Ombaknya besar, anginnya kencang, dan cuacanya sulit ditebak. Tidak jarang, kabar duka datang dari perjalanan laut itu: perahu terbalik, penumpang hilang, hingga ada yang tak pernah kembali.
Seorang nelayan, Yulius (45), mengenang peristiwa beberapa tahun lalu. “Perahu penuh muatan, angin datang tiba-tiba.
Ombak tinggi sekali, perahu kami terbalik. Syukur ada nelayan lain yang sempat menolong. Tapi dua orang tidak selamat,” ujarnya dengan tatapan kosong.
Meski penuh risiko, warga tidak punya pilihan lain. Ongkos sekali jalan menuju Kota Ende mencapai Rp50.000 per orang. Untuk ukuran kota, mungkin tidak seberapa. Tetapi bagi masyarakat desa yang hidup dari bertani jagung, kelapa, dan hasil laut, jumlah itu sangat berat.
Penulis : Redaksi Narasi NTT
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya







