Sekolah, Pasar, dan Rumah Sakit yang Jauh
Bagi anak-anak, perjalanan ke sekolah menengah di kota bukan hanya soal jarak, tetapi juga keberanian melawan ombak. Banyak orang tua memilih menyekolahkan anak mereka hanya sampai SD. Setelah itu, pendidikan terhenti karena biaya dan risiko perjalanan yang terlalu besar.
“Anak saya pintar, tapi bagaimana bisa lanjut SMP kalau harus tiap minggu naik perahu?” ujar Yosefa, seorang ibu rumah tangga. “Kami takut ombak besar. Daripada kehilangan anak, lebih baik dia di rumah saja.”
Hal yang sama juga dirasakan ketika ada warga sakit. Tidak ada puskesmas dengan fasilitas memadai di desa. Kalau sakit parah, mau tidak mau pasien harus dibawa ke Kota Ende.
Namun perjalanan laut sering kali justru memperparah kondisi.
“Ada orang yang meninggal di perahu, karena terlambat sampai rumah sakit,” kenang warga lain.
Penulis : Redaksi Narasi NTT
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya







