Pembangunan yang Tak Pernah Menyentuh
Ketika Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaan, warga Kekasewa dan Nila justru merasa asing dengan kata merdeka. Jalan yang seharusnya menjadi simbol pembangunan dan pemerataan, bagi mereka hanyalah wacana yang tak kunjung terwujud.
“Kami ini seperti hidup di luar peta pembangunan,” kata Subandi, tokoh adat setempat. “Bertahun-tahun kami menunggu janji pemerintah untuk bangun jalan, tapi sampai sekarang belum ada. Sementara itu, anak-anak kami harus tetap sekolah, orang sakit tetap harus dibawa ke kota, hasil kebun tetap harus dijual.”
Ironisnya, potensi dua desa ini tidaklah kecil. Tanah mereka subur, cocok untuk tanaman pangan dan kelapa. Lautnya kaya dengan ikan. Tetapi tanpa akses jalan, semua potensi itu terkurung di kampung, tidak bisa berkembang.
Penulis : Redaksi Narasi NTT
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya







