Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, tak hanya menjadi penonton kehormatan. Ia turun langsung ke lapangan mengenakan jersey bernomor punggung 10, memimpin timnya yang terdiri dari para kepala OPD.
Sorak sorai menyambut tiap sentuhan bolanya. Usia boleh menua, tapi semangatnya tetap muda. Dia berhasil memimpin timnya unggul sementara 2-0.
Bahkan Bupati Badeoda terpantau sebelum laga, melalui unggahan Facebooknya pada Sabtu (2/8) menulis jika sepak bola itu tentang persahabatan.
“Sepakbola itu tentang Persaudaraan dalam sebuah Pertandingan, siapapun yang menang atau kalah tetapi tetap bersaudara” Tulisnya.
Sementara skuad Pokir DPR Ende dipimpin sang Kapten, Sabri Indra Dewa yang adalah Politisi PDI.
Mereka tampak kewalahan di babak pertama, meski coach Armin Wuni Wasa terus berupaya meramu strategi balasan dari pinggir lapangan.
Di sesi ini, Coach Armin yang dikenal politisi garang dari partai Nasdem, tampak sibuk mengganti pemain di babak pertama demi menyamakan kedudukan.
Namun, tim Efisiensi terus mempertahankan keunggulannya hingga usai babak pertama.
Wabup Domi Gantikan Bupati
Memasuki babak ke dua di laga ini, tim Efisiensi mengubah strategi. Sang Kapten ditarik keluar dan digantikan posisinya oleh Dominikus Minggu Mere yang tidak lain adalah wakil Bupati Ende.
Riuh gemuruh membuncah dari tribun. Momen itu seperti fragmen drama kecil, penuh makna, di tengah sebuah permainan.
Di pinggir lapangan, Badeoda lantas menyematkan Ban Kapten kepada wakilnya Domi Mere dengan senyum ramah, seakan memberi pesan pertahankan kemenangan dan selesaikan permainan.
Riuh gemuruh membuncah dari tribun. Momen itu seperti fragmen drama kecil, penuh makna, di tengah sebuah permainan.
Wabup Domi mengisi posisi Bupati Badeoda di lini depan dengan kalem dan tenang, meski sesekali operannya melenceng dan salah arah.
Penulis : Redaksi Narasi NTT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







