Tim Pokir tampak tidak berdaya dan harus mengakui kehebatan Tim lawan.Ketika peluit panjang ditiup, tak ada selebrasi berlebihan. Yang ada justru rangkulan hangat, senyum lega, dan saling tepuk bahu.
Momen ini seakan melengkapi pernyataan Kapten Pokir DPRD Ende, Sabri Indra Dewa ketika dikonfirmasi narasintt.com (2/8) malam sebelum laga, bahwa pertandingan persahabatan tersebut merupakan wujud sinergitas antara pemerintah dan lembaga DPR dalam kebersamaan membangun daerah.
Senja memang belum sepenuhnya turun di atas Stadion Marilonga kala itu. Langit Kota Pancasila, menjadi saksi sejarah sinergitas yang terasa nyata tanpa naskah, tanpa panggung politik.
Di Kota Rahimnya Pancasila, sepak bola membius massa dua kubu jadi kawan. Hanya satu bola, dua tim, dan satu tujuan persaudaraan./***
Penulis : Redaksi Narasi NTT







