Belum Merdeka, Warga Selatan Harus Bertaruh Nyawa

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampan kecil yang mengangkut warga Desa Kekasewa dan Desa Nila Kecamatan Ndona terbalik dihantam gelombang laut Selatan. /foto: Tores

Sampan kecil yang mengangkut warga Desa Kekasewa dan Desa Nila Kecamatan Ndona terbalik dihantam gelombang laut Selatan. /foto: Tores

Laut adalah garis tipis antara hidup dan mati. Hingga kini, dua desa yang dihuni sekitar 3.000 jiwa itu tidak memiliki akses jalan darat.

Kami ini seperti hidup di luar peta pembangunan,” kata Subandi, tokoh adat setempat.

ENDE,narasintt.com– Pagi baru saja menyingsing di pesisir selatan Kecamatan Ndona. Laut berwarna biru gelap bergulung-gulung, ombak menghantam karang dengan suara menggelegar.

Di tepi pantai, sekelompok warga berdiri, menunggu perahu kayu yang akan membawa mereka ke Kota Ende.

Di antara mereka, terlihat Maria (34), seorang ibu yang menggendong anak bungsunya. Hari itu ia berniat membawa anaknya berobat ke rumah sakit di kota.

Dengan wajah cemas, Maria menatap perahu kecil yang akan segera berlayar.

“Kalau ombak besar, kita tunggu. Tapi kalau tunggu terus, anak bisa tambah sakit,” katanya lirih.

Bagi Maria dan ribuan warga Desa Kekasewa dan Desa Nila, laut bukan sekadar jalur transportasi. Laut adalah garis tipis antara hidup dan mati. Hingga kini, dua desa yang dihuni sekitar 3.000 jiwa itu tidak memiliki akses jalan darat.

Satu-satunya pilihan adalah menyeberangi laut selatan yang terkenal ganas.

Baca Juga:  SuperSUN, Sinar Harapan Baru Warga Kalamba

Penulis : Redaksi Narasi NTT

Berita Terkait

Derai Hujan di Puing Harapan Asra Dewi, Jurnalis Bergerak Bentuk “Koin Untuk Ende”
Pice Kota, Lagu Gawi dan Air Mata Haru; Pesan Rindu Untuk Tetap Terhubung Dengan Tanah Leluhur
Luka Lucky, Luka Kita Semua
Pesan Cinta Kapolres Ende, Mengawal Semangat Kemerdekaan dari Jalan ke Hati Warga
Menulis dari Sekolah: Upaya Kecil Menumbuhkan Jurnalis Muda di Alsiora
Teriakan dari Desa Habi: Proyek Air Minum Miliaran Rupiah Gagal, Warga Merana, Jaksa Harus Segera Bertindak
SuperSUN, Sinar Harapan Baru Warga Kalamba
DPR Ende Vs Pemda, Bupati Diganti Wakil; Dua Kubu Satu Bola
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:34 WITA

Derai Hujan di Puing Harapan Asra Dewi, Jurnalis Bergerak Bentuk “Koin Untuk Ende”

Senin, 29 September 2025 - 16:10 WITA

Pice Kota, Lagu Gawi dan Air Mata Haru; Pesan Rindu Untuk Tetap Terhubung Dengan Tanah Leluhur

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:47 WITA

Belum Merdeka, Warga Selatan Harus Bertaruh Nyawa

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:32 WITA

Luka Lucky, Luka Kita Semua

Jumat, 8 Agustus 2025 - 11:15 WITA

Pesan Cinta Kapolres Ende, Mengawal Semangat Kemerdekaan dari Jalan ke Hati Warga

Berita Terbaru

Opini

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:44 WITA